11 Fakta Tentang Hujan


Hujan, sungguh peristiwa alam yang sangat luar biasa. Dulu, semasa kecilku aku bingung dari mana sebenarnya air yang menetes itu berasal, bagaimana bisa air-air itu jatuh dari langit? Dan setelah belajar di kelas IPA, aku pun akhirnya mengerti. Di bawah ini, aku ada mendapatkan beberapa fakta tentang hujan yang mungkin sedikit sekali ada yang mau peduli, karena peristiwa hujan ini sudah dianggap biasa. Ini dia fakta-fakta itu..

  1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
  2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung airyang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.
  3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
  4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari keting-gian 15 cm.
  5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.
  6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
  7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan takaran.
  8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.
  9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kulkas.
  10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.
  11. Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.

Sumber : Detik Blog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar