Kisah Masa SMA: Awalnya (Part 1)

semasa kelas X
Gerimis hiasi malam saat aku menulis postingan ini. Jam menunjukkan pukul 12.38 malam, akan terjaga malam ini sepertinya karena ba'da Isya tadi sempat ketiduran. Akhirnya TO Kota 1 resmi berakhir hari ini. Alhamdulillah, ngak ada hambatan berarti kecuali emang ngak tau materi. :D

Bingung mau ngapain malem-malem gini, jadi sekarang aku mau cerita aja, cerita tentang saat pertama kali aku menjadi seorang siswa di SMAPAN: The Green School.

Yap, ceritanya berawal saat aku lulus dari SMP tentunya. Dengan pikiran yang masih sangat naif, aku tidak punya semangat untuk melanjutkan SMA. Entah kenapa waktu itu aku merasa demikian? Tapi kemudian aku sadar kalau hidup itu harus realistis, seperti kata ayahku, "nak, punya hidup itu rasional." Karena dari SD aku sekolah di sekolahan yang ada hubungannya dengan angka 3nya, SMP pun SMP 3, saat SMA kuputuskan untuk yang ada angka 3nya juga. SMA 3 pun langsung menjadi fokusku. Ingin melakukan apa saja untuk bisa masuk ke sana rasanya. Tapi semuanya hancur seketika saat ibuku tak mengizinkanku. *TIDAAAK* Karena pikiranku waktu itu masih sangat teramat labil dan kebocah-bocahan, aku pun kesal sendiri dan jadi ogah-ogahan untuk masuk SMA. Namun, ibuku punya kendali akan hidupku, aku pun diperintahkan untuk ambil formulir pendaftaran di SMA 8. *tertunduk*

Dengan dandanan bak mau pergi melamar kerja dengan kemeja item, celana item, sepatu item-putih (mungkin lebih tepatnya mau ke pemakaman), aku pun langsung pergi ke SMA Negeri 8 Samarinda. Kesan yang kupikirkan saat memasuki kawasan SMA 8 adalah "sekolah hutan", karena banyak sangat pohon di lingkungannya melebihi sekolah mana pun yang pernah ku kunjungi, serius. Ingat saat aku ambil formulir itu banyak kakak kelas yang jadi panitia pendaftaran bingung melihatku, lalu aku bertanya, "ambil formulir pendaftaran di mana, ya?" Mungkin dipikiran mereka tuh 'ni orang salah alamat kali ya?' :D hha aku ingat ekspresi mereka waktu itu, dan mungkin mereka waktu itu ngak nyangka kalau aku yang mau daftar, soalnya seingatku waktu itu dandananku bener-bener kaya om-om mau ke kondangan. :D

Tidak sampai 30 menit, aku pun sampai di rumah lagi, mengisi formulirnya dengan setengah hati kemudian menaruhnya di sembarang tempat dan tidur. Yah, setelah mengisi formulir itu aku banyak tidur aja, ngak nyentuh formulir lagi. Tak ada semangat sekolah.

Beberapa hari berlalu dan berita yang kuterima dari ibuku mengatakan kapan tanggal tesnya. Aku pun ke SMA 8 lagi untuk tes. Masih dengan tanpa semngat. Itulah saat pertama kali bertemu dengan semua teman-teman dari angkatanku sekarang ini. Banyaaak sekali wajah-wajah asing, namun di sela-sela yang asing itu ada juga yang tak asing, mereka adalah anak-anak SMP 3 yang daftar di SMA 8 juga. Tes pun dilakukan, ingat waktu itu aku tes tertulisnya di X-4 dan tes lisan di XII IPS 2. 1 hari ini benar-benar cepat berlalu karena ngak ada kejadian yang menarik dan aku pun banyak diam karena memang ngak ada yang bisa kuajak bicara. *talk less do less*

Hari-hari pun berlalu, masih.. yang kukerjakan di rumah hanya tidur tak bersemangat untuk sekolah lagi. Hingga ibuku mendobrak kamarku! "BRAKK" dan menyuruhku mempersiapkan semua karena aku diterima di SMA Negeri 8 Samarinda. "haaah~", itu gumamku dalam hati saat mendengar berita kalau aku diterima.
Bersambuuung...

Ok, ceritanya nanti akan kulanjutkan lagi. :D

Cheerio!

2 komentar:

  1. lakasi ndi di sambung.....
    aq penasaran dngn ceritamu.....
    akakakakakak

    BalasHapus
  2. ha ha ha :D
    iya, Za. aku cari inspirasi dulu, banyak yang lupa dah.

    BalasHapus