IPS untuk IPA

Hari ke-9 bulan Ramadhan. Aku menghabiskan waktuku hari ini untuk kembali membuka buka pelajaran IPS waktu kelas X dulu, Sosiologi. Entah kenapa dari waktu kelas XI aku tertarik sekali dengan pelajaran yang satu, padahal waktu kelas XI itu aku sudah resmi menjadi anak jurusan IPA. Rasanya menyenangkan bisa mengetahui seseorang beserta sifatnya tanpa harus bertanya pada orangny langsung, hanya melihat tingkah & lingkungannya.

Walaupun tidak menghabiskan membaca 1 buku sekaligus, tapi banyak juga pelajaran yang ku dapatkan. Kebanyakan tentang bagaimana seharusnya berkelompok sih yang banyak aku tangkap. Hap hap hap hap— (^▽^)

Baiklah, itu aja. Maaf tidak bisa menyimpulkan pelajaran apa aja yang udah aku tangkap, mungkin lain waktu dalam satu artikel essay.

Cheerio!!!

My Core-Aline

Tak terasa sudah seminggu aku tidak bisa menyalakan Core-Aline (laptopku) secara normal. Gara-gara kemaren ngutak-atik registry, langsung down systemnya. Kemaren salah juga sih kenapa gak langsung menuju ke restore point, tapi seminggu setelah rusak aku baru sadar kalau ada yang ganjil.

Yah, pastinya sekarang hanya bisa mengambil pelajaran untuk masalah kali ini— nasi udah menjadi bubur. Kapan-kapan harus lebih berhati-hati jika berurusan dengan registry dan sangat dianjurkan untuk membuat restore point system untuk amannya, itu saranku untuk para pembaca sekalian.

Baiklah, hanya itu yang ingin ku bagi kali ini. Semoga kesalahanku ini menginspirasi. Di bawah ini ada foto terakhir bersama Core-Aline sebelumnya dia down. (∩_∩)

Cheerio!!!


Melodi Kerinduan

Ingatan yang tak akan pernah hilang
Nyanyikan melodi kerinduan
Detakan jantung nan tenang
Antarkan pada waktu di bawah hujan
Hanya bersamamu
Berusaha untuk lupakan itu

Sulit Ungkapkan Perasaan

Saat muter-muter di Twitter sore ini, aku nemuin satu istilah yang cukup unik dari akun Twitter Anda Tahu? (@andatahu) yaitu Alexithymia.

Alexithymia (Aleksitimia) adalah kesulitan mengungkapkan perasaan kepada orang lain.

Ku rasa sebagian banyak mengalami, sebagian berpikir sebaliknya. Terlalu canggihnya media komunikasi sekarang ini membuat siapa saja bisa ungkapkan perasaan dengan mudah kan? Gak heran dah sekarang kalo udah liat anak SD pacaran dan anak SMP udah berumah tangga. Keberanian untuk menghadapi langsung wanita untuk mendapatkannya sekarang tidak terlalu dibutuhkan, itu pikiran orang modern. :D

Yah, wanita memang terkadang menjadi hal yang sangat menakutkan. Aku benci diriku masih belum terlalu ahli hadapi itu. :D haha

Eh, ungkapkan perasaan gak selalu tentang cinta kan? Banyak orang memilih untuk bohong dari pada ungkapin perasaannya yang sebenarnya. Misalnya mau ngomentari atasan yang pemarahan.

Baiklaaah, semua ini emang gak penting & arahnya gak jelas, maafkan saia,
Cheerio!!! ^^

Marhaban Ya Ramadhan

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa tanggal 20 Juli nanti sudah mulai puasa lagi. Tak sabar rasanya menikmati suasana bulan Ramadhan yang selalu terasa berbeda dari bulan-bulan lainnya. Pada bulan Ramadhanlah saatnya untuk berkumpul dengan seluruh keluarga, para sahabat, dan teman-teman lama yang terkadang sudah sangat sulit untuk ditemui mengingat kesibukan tidak berada di bawah satu atap pendidikan lagi.

Sepertinya bakal banyak acara buka bareng dalam bulan Ramadhan tahun ini. Khususnya untuk anak-anak smapan angkatan 17 yang sudah banyak merindukan masa-masa sekolah, padahal belum genap setahun meninggalkan sekolah. Harus diakui masa SMA benar-benar masa yang tak terlupakan. Ramadhan tahun ini juga harus dilalui juga tanpa 1 sahabatku dari TLT karena ada urusan keluarga di Jawa. Dan dari alumni SMP tentunya juga ngak bakal kalah meriah!

Woo..
Jadi gak sabar nih!

Semoga kita semua bisa menikmati bulan nan indah itu tahun ini, sampai pada hari kemenangan. Aamiin ya rabbal 'alamin!

OK, sekian sedikit yang bisa aku bagi. Sepertinya sampai bulan September nanti aku akan banyak memenuhi blogku ini dengan entah tulisan aneh macam apa lagi. Wkwk
Cheerio!!

To the Sky

Pada malam pengumuman kemaren secara tidak sengaja mendengarkan adikku menonton clip Owl City - To the Sky. Saat itu aku jadi ingat kalo liriknya tentang burung gitu, juga kebetulan menjadi soundtrack The Guardian yang bercerita tentang burung-burung, spontan aku langsung ingat dengan Blackwingku. Aku pun berpikir untuk menjadikannya soundtrack untuk Blackwingku juga.

Sebenarnya suka dengan lagu ini sudah sejak lama. Selain lagunya ngak bikin galau, lagu ini juga memberi semangat. Rasanya semangat terbakar setiap mendengar lagu ini, entah mengapa. Tahun lalu suka sekali menyanyikan lagu ini untuk melepas seseorang yang spesial untuk mengejar mimpinya. Males sih ngingetnya, tapi tak bisa bohong juga, setiap mendengar lagu ini ikut terbawa ke waktu itu. *curcol*

Intinya lagu ini mantep banget, untuk yang lagi down karena kegagalan atau sebagainya. Mendengarkan lagu ini bisa membuat perasaan lebih baik. Musiknya juga asik untuk didengar, petikan gitarnya menggetarkan jiwa kata para pujangga. Hahaha

OK, sekian, terima kasih,
Cheerio!

Teman Sebangkuku

Dalam waktu luang kali ini aku mencoba membuka dokumen-dokumen lama yang pernah kutulis di kelas dan aku pun menemukan yang satu ini. Sewaktu di kelas XII kemaren emang agak sering nulis-nulis gitu biar ngak mati kebosanan dalam kelas, sekalian juga menghilangkan kejenuhan dengan semua pelajaran mematikan. Oke, langsung saja, ini dia...

Tanpa terasa, sudah sekitar 4 bulan berada di kelas XII IPA 1 dan aku mulai terbiasa dengan lingkungan kelas XII ini. Sekarang aku bisa meyatakan kalau benar-benar tidak menyesal berada di kelas ini, terlebih lagi ketika ada terminal colokan baru hasil sabotase di dekat tempat dudukku di kelas. Sekarang bisa menyalakan Cor3-Aline-ku sepuasnya di kelas sambil menikmati Wi-Fi smapan yang kadang menyala dengan setengah hati.

Kali ini aku mau bercerita tentang seseorang yang selama ini menjadi teman sebangkuku di kelas. Namanya Aan Budi Setiawan, terkadang dia menyebut dirinya ABS21, yah itu juga menjadi nama samarannya di game-game yang dia mainkan, bisa juga disamarkan sebagai  'bunga', wkwk Gak kok itu bo'ong. Seorang anak kecil yang belakangan menjadi besar entah kenapa. ha ha (sorry An, becanda) Sebelumnya aku sudah pernah sekelas dengannya waktu kelas X, tapi tak sebangku. Waktu kelas XI kami berpisah kelas. Dan saat di kelas XII, aku pun tak punya pilihan lain selain duduk bersamanya. Yah, selain karena sudah kenal, di kelas kayanya ngak ada yang bisa kuajak ngobrol juga.

Aku kira aku akan mendapatkan hari-hari normal saat duduk bersebelahan dengannya, ternyata dugaan itu sepernuhnya salah, kegilaan malah menjadi saat duduk dengannya. Hampir tiap hari ngakak ngak jelas, nyanyi-nyanyi kaya orang gila, dan ngomongin hal yang ngak jelas arahnya. Pokoknya tempat kami hampir selalu ramai setiap harinya. Sampai-sampai yang duduk di depan kami agak stres karenanya, bahkan lebih dari itu, waktu itu ampe kesurupan cewe yang duduk di depan kami. *bukan salahku*

Tidak hanya menjadi hiasan sebagai seseorang yang duduk di sebelahku, dia juga menjadi salah satu rivalku di kelas. Kami sering tinggi-tinggian nilai. Walaupun aku sering kalah dinilai Matematika dengannya, dia jago bangeeet. (==") Tapi tentunya untuk mata pelajaran lain aku tak mau kalah, walau cuma beda 0,01. :D wkwk

Teman sebangkuku di kelas XII ini juga enak untuk diajak kerja sama. Biasanya kalau diberi tugas banyak oleh guru, kami membagi pekerjaan. Walaupun terkadang semuanya hanya akan digantungkan kepada satu orang yang lebih ahli di antara kami. Dan aku sering menyerahkan soal matriks kepadanya karena aku kurang ahli dalam hal itu. Ha ha Setidaknya masih simbiosis mutualisme, masih sehat.

Sering terkadang kami ngak ngerjakan PR secara bersama, dan terkadang, bahkan pasti dia yang panik duluan. Aku pun tinggal menunggunya mencari jawaban kemudian menirunya. Ha ha ha Baiklah, itu mulai tidak sehat. Tapi setidaknya kan dia ngak rugi. Biasanya kalau sudah minta dikumpul cepat, barulah aku juga ikut panik. Paling sering Fisika yang bikin panik anak-anak kelas XII IPA 1, hm tidak, kurasa semua anak IPA kelas XII, dan bu Erni biasa menjadi korban sumpahan siswa agar beliau tidak cepat masuknya. (risiko jadi guru pelajaran mematikan) Beda dengan Matematika yang walaupun bertumpuk PRnya, tapi ngak ada yang diperiksa.

Pernah suatu hari si Aan ini tidak masuk karena harus menyembuhkan kakinya yang retak setelah kecelakaan, suasana di tempat dudukku pun langsung sepi. Aku tak ada teman untuk ribut & menggila, dan 2 wanita di depanku juga menyadari itu. Kegilaan terhenti untuk sementara kala itu. Yang duduk di sebelahku pun silih berganti. Gara-gara dia ngak turun juga pernah waktu itu saat jam pelajaran tambahan aku menjadi satu-satunya cowo yang hadir. Biasanya kami berdua cowo yang tersisa dan mau ikuti jam tambahan. *tragis*

Ok, mungkin itu aja yang mau kuceritakan tentang teman sebangkuku ini. Bingung mau cerita apa lagi. Dan untuk Aan yang menjadi objek dalam postingan kali ini, saya mohon maaf jika ada kata-katanya yang menginggung dan menyayat hati anda. ごめん ~

Sekian, terima kasih,
Cheerio!!! ^^

Akhir Kekhawatiran


Akhirnya setelah menunggu sekitar sebulan, tibalah saatnya untuk pengumuman penerimaan SNMPTN. Benar-benar saat yang menegangkan, ditambah lagi websitenya harus kelebihan beban dan down untuk 1 jam lebih, mengingat yang mengaksesnya adalah seluruh pelosok nusantara.

Dan penantian dengan badan yang dingin pun berakhir saat aku berhasil mengakses websitenya, memasukkan nomer peserta dan tanggal lahir. Kemudian muncullah tampilan ini.


Benar-benar mau meledak saat membacanya. Kekhawatiran pun pudar, badan kembali hangat, emosi kembali stabil. Benar-benar saat-saat yang menegangkan.

Haha
Yah, begitulah sedikit kisah yang terjadi semalem. Dan sekarang tinggal nunggu daftar ulang yang masih lama. (=____=) Boring to the dead.

See u then,
Cheerio!!!

Bosan Kelewat Batas

Hi, kusampaikan kepada siapa saja yang menyempatkan diri untuk mengunjungi dan membaca sedikit postingan-postingan yang ada di blog ini. Lama sekali tidak menulis untuk blog. Semua rasa bingung, panik, khawatir yang mendalam membuat melakukan apa-apa itu jadi tak nyaman. Ujian masuk perguruan tinggi ini emang bikin galau kok dalam penantian hasilnya. Menentukan nasib yang mungkin untuk selama. *baiklah itu berlebihan*

Sanking bosannya aku sampai bingung mau bersantai dengan model apa lagi. Karena rasanya semua kegiatan santai sudah kulakukan hampir setiap harinya. Hari-hari yang monotone ini benar-benar mematikan jiwa, bunuh gairah hidup, frustasi bawaannya. Ayahku ternyata benar dalam hal ini.

Sedikit untuk menghilangkan kebosanan, aku ingin bercerita tentang liburan panjang ini. Awalnya emang bahagia sih saat pertama menjalaninya. Menyenangkan bisa istirahatkan pikiran setelah bergelut dengan Ujian Nasional beserta seluruh persiapannya. Tapi setelah berlangsung berminggu-minggu akhirnya rasa eneg itu pun timbul. Berbeda dengan eneg saat kebanyakan makan, eneg kabanyakan liburan rasanya mau meledak. Energi dalam tubuh yang tak banyak digunakan terasa begitu menggebu. Selalu ingin melakukan sesuatu. Hal-hal yang monotone menjadi pilihan utama, mengingat hanya pilihan itu yang dekat dengan jangkauan. Totally boooring.


Haha
Yah, begitulah. Beberapa menit yang lalu aku mendapat kegiatan yang menarik, yaitu nonton anime!


Sekian untuk kisah malam ini,
Cheeerio!!!