Makna Hari Pahlawan Untukku

Selamat malam, atau mungkin lebih tepatnya selamat tengah malam. Entah mengapa aku selalu yakin jam segini biasa orang sudah pada tiduran, padahal mungkin saja masih ada yang terjaga entah untuk alasan apa? Kemarin atau mungkin lebih tepatnya beberapa menit lalu, tanggal 10 November 2012 menjadi tanggal yang cukup bagus jika diperhatikan dengan seksama, 10 11 12. Angka yang bagus, bahkan mungkin spesial untuk beberapa orang. Bertepatan dengan 'tanggal cantik' itu pula adalah peringatan Hari Pahlawan.

Setiap mendengar kata "Hari Pahlawan", satu hal yang tergambar di kepalaku yaitu fotonya pak Sutomo. Entah mengapa, semenjak aku melihat foto pak Sutomo waktu kelas VI SD kemarin mungkin. Dan memang Hari Pahlawan identik dengan beliau, seorang yang cukup keren, bisa membakar semangat para pejuang pada masa itu bak pak Mario Teguh: Golden Way *nunjuk ke kamera* yang tampil di Metro TV setiap Minggu malam. Sangat jarang sekali sekarang ini menemui seorang seperti pak Sutomo ini, mengingat sekarang orang-orang udah banyak ikut ketularan virus alay. Tapi tidak semua orang sih, tentunya masih ada juga, namun mungkin tidak terekspos aja, kalah eksis ama orang alay. Contohnya kaya para aktivis HMTK, kakak tingkatku di kuliah waktu ospek jurusan kemaren, teriak-teriak membakar jiwa para kader baru sampai-sampai menggetarkan jiwaku dan buatku sakit kepala dibuatnya.

Ok, kembali membahas tentang Hari Pahlawan. Peringatan untuk hari penting satu ini memang tidak seheboh saat 17 Agustus, tapi menurutku sih yang diutamakan dari hari bersejarah ini adalah bagaimana meresapi makna dari Hari Pahlawan itu sendiri. Sebuah kata bijak mengatakan, "Negara besar adalah negara yang menghargai jasa pahlawannya." 10 November di tahun 1945 terjadi perang habis-habisan pejuang Indonesia melawan Belanda maka hari itu ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Aku pribadi sih menangkap 3 makna Hari Pahlawan tengah malam ini:

"Never Give Up!"
Menyerah memang seharusnya bukan menjadi pilihan untuk orang-orang Indonesia. Seperti apa yang dilakukan 10 November 1945 kemaren. Jika pada saat itu para pejuang nyerah semua, mungkin sekarang Indonesia udah kaya negara-negara persemakmuran lainnya. Tidak menyerah juga diperlukan mengingat orang-orang Indonesia ini sebenernya pada hebat semua, cuman terkadang ciut jika sudah keluar dari 'zona aman'. Hm~rasa-rasanya seperti pengalaman pribadi. wkwk Lupakan.

"Fight for Your Dignity!"
Berjuang habis-habisan untuk sebuah kehormatan! Bukan hanya kehormatan diri sendiri, tapi juga kehormatan orang-orang yang kita sayang, pertahankan!

"Keep Solidarity as a Nation!"
Seluruh penduduk Indonesia memang seharusnya bersatu bersama untuk memperjuangkan bangsa, malah saling bentrok; antar suku bentrok, antar pemeluk agama bentrok, antar sekolah bentrok, antar TK bentrok, wakil rakyat bentrok, bahkan para polisi yang seharunya nenangin bentrok malah ikutan juga bentrok ama KPK. ckck Negaraku, negaraku.

Bagaimana dengan kalian, apa makna Hari Pahlawan untuk kalian pribadi?
Tentunya dapet metik baiknya kan? Atau mungkin cuman memuja-muja bagus tanggalnya dan mikirin mau nembak atau melamar siapa? (ketauan deh) Hedeh~ngerti aja dah. Semenjak kuliah sepertinya aku tidak akan bisa merasakan upacara peringatan hari nasional ini lagi, kangen juga sih ama upacara. Rasanya baru kemarin aku menyaksikan upacara pengibaran bendera di sekolah dan benderanya terbalik masang jadi putih merah.

Ok dah, semoga bermanfaat!

Jangan lupakan jasa para pahlawan kita!
Cheerio!!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar