Testimoni Minggu Tenang Hari Ke-2


もしもしみんな! 最近、どう?

Entah penulisanku benar apa tidak, maklum akhir-akhir ini lagi pengen banget belajar menulis tulisan Jepang. Hurufnya yang penuh seni benar-benar membuatku tertarik, meskipun tentunya tulisan Cina terlihat lebih artistik, tapi bukan kah itu merepotkan? haha

Dan sampai sekarang aku masih belum menulis sedikitpun tentang My Chemical Romance. Masih belum dapat ide bagus. Lagu-lagu MCRku juga masih terkurung dalam komputerku yang sudah usah di atas kamarku. Mungkin saat libur panjang nanti baru aku akan menulis.

Yap, hari ini adalah hari ke-2 dari total 6 hari lebih diberikan Fakultas Teknik untuk menenangkan diri, belajar, liburan, entah apa makna minggu tenang, tergantung persepsi masing-masing mahasiswa. Sejauh ini minggu tenangku masih dihantui oleh tugas. Aku pikir akan benar-benar tenang minggu ini, tapi siang tadi aku jadi tersadar, kalau ada 4 tugas yang harus terselesaikan. Labih baik kan ingat sekarang dari pada ingat saat sehari sebelum dikumpul.

Kemarin aku menghabiskan hari pertama minggu tenang untuk berlibur menenangkan kepala bersama seorang sahabatku, abang Riki. Kami berdua pergi ke pertengahan antara Balikpapan dan Samarinda untuk menikmati hembusan angin yang lebut dari ketinggian. Cukup menenangkan karena aku juga jadi banyak membuka pikiran dan menumpahkan segala yang mengganjal di hati. Menyenangkan sekali kemarin meskipun kami hanya berdua, seharusnya rame-rame sih, tapi apa daya, setiap manusia kan punya kesibukannya.

Sedangkan hari ini, aku tidak banyak melakukan kegiatan berarti, hanya memandikan Silver (motorku tercinta) yang sudah butek banget 2 minggu gak ada aku cuci. Hampir seharian hanya aku habiskan di depan laptop. Useless~

Sedikit menyinggung tentang apa yang aku dengar saat menulis postingan ini, di TV sedang ramai mendebatkan tentang pernikahan. Entah mengapa orang-orang mendebatkannya, merepotkan diri sendiri. Padahal semua hal kan sudah diatur dalam agama. Lagi pula, sederhananya, untuk mengatasi masalah pernikahan gitu kan karena manusia itu serakah. Pernikahan kan sederhana, cukup memilih 1 wanita kemudian berusaha untuknya, berjuang bersama, lalu memiliki keturunan yang baik pula. Iya kan? Kelihatannya sih sederhana. haha Lihat saja nanti, entah bagaimana aku akan menjalani hal tersebut.

Demikian untuk postingan kali ini,
Cheerio!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar