Gigi — 11 Januari

Halo..
Aku menengok jam dinding pada ruang tamu rumahku saat ini sedang menunjukkan pukul 01.40, apa ini sudah pagi? haha Enggan sekali memejamkan mata malam ini. Satu lagu menghiasi sepanjang subuhku kali ini, sebuah tembang lawas dari band legendaris Gigi berjudul 11 Januari. Pastinya kalian orang Indonesia sudah pernah mendengar lagu satu ini, soalnya dulu sempat terkenal banget.  Selain enak untuk didenger, makna lagu ini juga dalem banget. Kalo emang belum pernah denger, bisa liat aja nih videonya. Aku tidak menemukan klip aslinya, sepertinya sudah dihapus, jadi video livenya aja deh. hehe Ini dia...


Jujur saja, bahkan aku sendiri belum menonton video di atas, maklum koneksi di rumah saya agak terbatas, males. XD

Langsung liat liriknya aja deh...

-----------------------------------------------------oOo-----------------------------------------------------



Sebelas januari bertemu
Menjalani kisah cinta ini
Naluri berkata engkaulah milikku

Bahagia selalu dimiliki
Bertahun menjalani bersamamu
Kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

Akulah penjagamu
Akulah pelindungmu
Akulah pendampingmu
Di setiap langkah - langkahmu

Pernahku menyakiti hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua karena kita ini manusia

Akulah penjagamu
Akulah pelindungmu
Akulah pendampingmu
Di setiap langkah - langkahmu

Kau bawa diriku
Ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu
Adalah hidupku
Kau sentuh cintaku
Dengan lembut, dengan sejuta warna


Kau bawa diriku
Ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu
Adalah hidupku
Kau sentuh cintaku
Dengan lembut dengan sejuta warna
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengen banget menyanyikan lagu ini untuk seseorang yang spesial dalam hidupku suatu saat nanti kalau diberi kesempatan ama Allah. :)

Meskipun lirik awalnya menyatakan bahwa lagu ini hanya kerennya untuk pasangan yang bertemu pada 11 Januari, tapi bagian yang aku fokuskan bener itu ya yang aku bold itu. ^^ Bahagia banget untuk beberapa bulan terakhir ini. Kalian tau rasanya saat memiliki sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan? Ya—bahagia itu yang aku rasakan saat ini, makanya lagu ini rasanya cocok banget.

Baiklah, sekian dulu curcolnya, hahaha
Cheerio!!!

Untukmu Bintangku

by Luthfiyatul Halimah

Di sudut Kota Samarinda
Ku lontarkan kata rindu yang mendalam
Rindu tiada tara kepadamu sang bintang
Begitu kuat mendung mencekat malam
Menggagalkan rindu dihati tuk lepas

Bintangku...
Aku telah lama bermimpi
Menanti cintaku datang saat hidupku kelam
Menunggu sahabat sejatinyang kan slalu ada untukku
Berharap kecerahan agar dapat bertemu denganmu

Namun,....
Itu hanyalah mimpi belaka
Gundah, risau, mendung dan hujan slalu mengiringiku
Tak pernah hati ini merasakan bahagia
Walau temanku berusaha membuatku hanyut dalam kegembiraan
Tetapi, tak ada yang bisa mengalahkannya selain Kau, Bintangku...

Wahai Bitangku...
Jangan pernah lelah kau menghadapiku
Slalulah Kau tersenyum atas kehadiranku
Dan tinggalkanlah aku jika Kau merasa bosan
Jangan hadir lagi dirimu dalam hidupku
Karna mungkin...
Hati ini tlah kecewa akan hadirmu
Namun kekecewaanku padamu takkan berlangsung lama
Karna Kau pernah ku harap

Bintangku...
Aku ingin slalu bisa mengenangmu
Wlau berada dalam keterpurukan sekalipun
Mengenangmu melalui syair lagu yang kutulis disecarik kertas
Yang telah membantuk Melody-Melody indah
Dan dapat membuatku tersenyum rindu diatas kesedihan

-------------------------------------------------oOo-------------------------------------------------

Ini puisi ke-2 yang dikirim de Luthfiya ke email saya setelah Kau Matahariku kemaren. :)

Semoga bermanfaat,
cheerio!!!

Kau Mentariku

by Luthfiyatul Halimah
Sesejuk embun fajar menyapa
Bersambut musim yang dijalani
Semoga mentari penuh harapan 
Mencoba tuk terangi dalam pekatnya fajar

Kerinduanku tuk bersama
Karna sikapmu membuatku berubah
Mengalihkan jalan hidupku yang melesat
Sejauh mata memandang

Parasmu begitu indah 
Menggugah rasa tak ingin jauh dari dirimu
Suaramu menggetarkan jiwaku
Membuat indah dalam skenario perjalanan hidupku

Mencarimu tak semudah hati berbicara
Menyukaimu tak segampang menggoreskan tinta
Aku harap alam semesta memberkati
Agar tak pergi keseantero jagad raya

Kehangatan mentari mengingatkanku padamu
Kecerahan sinarnya membuatku sakit mala rindu
Kini, hanya bayangmu yang selalu menemaniku
Menghiasi waktu - waktu sepiku


-----------------------------------------oOo-----------------------------------------

Puisi di kirim ke emailku pada tanggal 3 Februari 2013, hari Minggu kemaren, tapi baru bisa aku buka pas hari Kamisnya. Baru tahu ternyata masuk kotak SPAM. XD

Senang sekali rasanya karena akhirnya ada yang bersedia menyumbang tulisan untuk blogku ini, setelah sekian lama menanti. hehe Dulu aku pernah adakan sayembara untuk siapa saja yang ingin menyumbangkan tulisannya, sayangnya tidak mendapat respon. (=w=) *hantupin kepada ke tiang listrik*

Terima kasih banyak kepada de Luthfiya atas puisinya, ini spesial banget di mata saya sebagaimana ade spesial di hidup saya. ^^ hehe

Semoga bermanfaat,
Cheerio!!!