Bisa Bohong Karena Sudah Terbiasa

Tentu kalian sudah biasa mendengarkan istilah, "bisa karena telah terbiasa". Kata-kata itu adalah kata-kata yang paling sering aku dengar beberapa tahun terakhir, seperti menjadi satu tren tersendiri di sekitarku.

Sesuatu yang dilakukan karena kebiasaan itu terkadang menjadi sesuatu yang luar biasa. Misalnya kebiasaan untuk menabungm kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya, dan lain sebagainya. Tapi bagaimana jika suatu kebiasaan itu mengarah kepada hal yang buruk? Nah, itu dia masalahnya. Bisa jadi sesuatu yang luar biasa juga, luar biasa hancur.

Berhubungan dengan kebiasaan, hari ini aku ingin menulis tentang satu kebiasaan yang cukup buruk dan sering bergulir di sekitarku, yaitu kebiasaan bohong. Apa itu bohong? Aku rasa semua orang yang pernah SD pasti tahu karena artinya, apalagi orang yang tahu agama, pastinya mengerti sekali. Banyak orang tahu kalau bohong itu dosa, tapi masih aja suka bohong. Aneh ya. Banyak orang tahu kalau bohong itu salah, tapi masih aja suka bohong.


Di sini aku akan sedikit menganalisa darimana kebohongan itu datangnya. Kalian tentunya tahu kalau sesuatu yang besar itu biasanya dimulai dengan hal kecil dulu, seperti kata pepatah yang aku suka banget sewaktu masih SD, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit". Aku rasa begitu juga yang terjadi dengan kebohongan.

Kebiasaan bohong aku yakin berawal dari hal kecil seperti menjawab, "aku tidak apa-apa". Banyak sekali orang yang cenderung untuk bohong tentang keadaan hidupnya. Tanpa mereka sadari kalau bahkan kebiasaan untuk berbohong seperti ini akhirnya mengakibatkan untuk terbiasa dengan bohong terhadap hal lain juga.

Paling menyebalkan mendapati seseorang yang kita tanyai keadaannya baru dia menjawab, "gak apa", tapi malah kemudian mengeluh tentang keadaannya. Padahal saat memutuskan untuk bohong dan berkata "gak apa", itu sama saja dengan sudah mengambil tanggungjawab dan siap menghadapi sendiri keadaan diri. Tapi kebiasaan kecil untuk bohong dengan hal ini efeknya buruk loh. Jadi alangkah baiknya jika jujur dengan keadaan diri, toh siapa tahu dapat kemudahan dari orang yang mendengarkan.

Kemudian, hal lain yang menurutku juga bisa menimbulkan kebiasaan berbohong adalah adanya mindset bahwa bohong itu untuk kebaikan. Memang sih, terkadang ada keadaan yang menempatkan kita harus berbohong, tapi sebenarnya berbohong itu adalah langkah pelarian untuk mendapatkan kemudahan lari dari masalah. Mindset seperti itu pula yang kemudian menjadi alasan pembenaran untuk berbohong, hingga terbawa untuk masalah di luar kebaikan itu sendiri.

Jadi, mulai hari ini, marilah mencoba untuk menghilang dua kebiasaan kecil berakibat fatal tersebut. Usahakan untuk selalu jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Karena aku yakin tidak ada orang yang suka dibohongi, bahkan pembohong sekalipun.

Mulai sebuah langkah besar dari langkah yang kecil. Tidak ada seseorang yang langsung besar, normalnya sih dimulai dari kecil dulu. Begitupun kehidupan kan? :)

Aku menulis ini sebenarnya karena malihat ada seorang teman yang me-repost postingan bapak Mario Teguh tentang kebohongan, jadi tertarik juga untuk membahasnya. hehe


Ok, sekian dulu untuk tulisan kali ini. Semoga bermanfaat.
See ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar