Maret, Oh, Maret


Selamat pagi! Tidak terasa sudah bulan Maret lagi, salah satu bulan favorit dalam 1 tahun. Tapi tahun-tahun sebelumnya biasanya bulan Maret berlalu bergitu saja tanpa terasa maupun berkesan, namun nampaknya tahun ini akan berbeda, akan banyak perubahan yang terjadi untuk tahun ini.

Awalnya aku berpikir sih jika bulan Maret akan full of joy gitu, ternyata salah. Minggu awal bulan ini sudah dibuka dengan something terrible. Tapi selebihnya menyenangkan sih, khususnya akhir pekan ini.

Akhir-akhir ini aku sedang tergila-gila dengan anime baru berjudul Shigatsu wa Kimi no Uso. Anime yang menurutku sih konsep ceritanya sama dengan Nodame Cantabile, tapi lebih fresh dan tentu juga ceritanya tidak sama, aku lebih suka anime ini karena lebih sedih dari anime Nodame Cantabile. Sampai sekarang animenya masih ongoing dan ini untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mengikuti anime yang masih ongoing (masih dalam proses namatin).


Akhir pekan yang melelahkan. Seharian kemarin aku duduk menjaga sound-system acara pelatihan yang diadakan oleh himpunan di jurusanku. Meskipun menjadi satu-satunya panitia yang dari angkatan atas, tapi aku cukup kagum dengan kinerja adik-adik tingkatku yang bisa aku katakan sangat baik.

Hari ini aku mendapatkan satu pelajaran yang berharga banget. Sekarang aku tahu mengapa manusia dilarang untuk terlalu mencintai sesuatu, karena jika terlalu besar sebuah cinta maka juga berpotensi untuk memiliki kebencian yang besar. Ini masalah klasik sih sebenarnya, klise. Dan satu pelajaran lagi yang aku dapatkan dengan apa yang sudah aku alami sampai detik ini, bahwa benci yang muncul setelah mencintai itu tidak ada. Yang ada hanyalah benci yang muncul setelah nafsu. Kenapa? Karena cinta hanya mengenal keindahan, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

Mencintai itu sendiri adalah sebuah keindahan, entah cinta itu terbalas atau tidak. (sumber: pengalaman pribadiku)

Aku berharap minggu depan kuliahku tidak akan begitu gila seperti minggu sebelumnya, karena ingin sekali menulis anime review lagi. Sekian dulu, sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Maret, Oh, Maret"

Posting Komentar