Song of the Week: The Rain — Beri Aku Waktu


Halo, berjumpa lagi!! Setelah sekian lama terhalang oleh koneksi internet yang tidak bersahabat, akhirnya bisa kembali menyapa dunia maya di penghujung bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Tanpa terasa sekarang kita sudah memasuki 10 malam yang terakhir bulan suci. 10 malam di mana jamaah sholat taraweh terasa semakin berkurang dan pada sibuk ke mall semua buat beli baju baru dengan THR yang didapat. Merasa spesial banget sholat di penghujung bulan gini.

Bagaimana dengan Ramadhan kalian?

Mati lampu panjang menghiasi kota Samarinda dari kemarin. Mencoba berpikir positif ketimbang mengumpat PLN, nampaknya sedang ada perbaikan jaringan listrik, mempersiapkan Idul Fitri entar. Yah, semoga saja segera selesai, saat aku mengetik postingan ini pun listrik sudah tidak menyala dan untung masih ada baterai laptop setengah yang tersisa.

Untuk postingan awal pembuka setelah sekian lama tidak mengisi blog, aku mau posting yang paling mudah saja, yaitu sesi Song the Week. Kali ini pun bukan lagu baru yang aku tampilkan tapi lagu lawas yang dulu sering aku dengarkan semasa masih duduk di bangku SMP. Lagu dari band legendaris The Rain dari albumnya bertema Serenade yang berjudul "Beri Aku Waktu". Kalau kalian belum pernah mendengarkan lagunya, bisa coba deh dengerin di bawah ini, enjoy!




Lirik: The Rain — Beri Aku Waktu


Aku pernah berjanji,
Takkan lagi jatuh hati
Tapi aku tak bisa menahan rasa
Yang entah dari mana

Beri aku aku waktu,
Temukan hatimu,
Walau kian terasa jauh,
Tak 'kan menyesalku menanti dirimu
Walau seribu tahun menunggu

Maafkan aku bila terhanyutkan suasana
Tapi 'ku tak pernah berdusta
Tentang semua perasaanku kepadamu

Beri aku aku waktu,
Temukan hatimu,
Walau kian terasa jauh,
Tak 'kan menyesalku menanti dirimu
Walau seribu tahun menunggu

Beri aku aku waktu
Tak 'kan menyesalku menanti dirimu
Walau seribu tahun menunggu

Bagaimana?
Lagunya sederhana sih memang. Cuma lagu ringan tapi menurutku asik didengarkan meskipun tidak untuk berulang-ulang. hehe 

Lagu ini berkisah tentang ungkapan hati seorang yang sedang jatuh cinta tanpa dia bisa duga dan bedung besarnya, padahal dia udah berjanji tidak akan pernah jatuh hati lagi. Tapi yah, terkadang cinta memiliki kekuatan yang lebih untuk menggerakkan manusia. Siapa yang tahu masa depan? Iya kan? haha

Bagian yang aku suka dari lagu ini adalah bagian lirik yang mengatakan bahwa "tak kan menyesalku menanti dirimu walau seribu tahun menunggu", ini galau banget dan dalem. Selalu suka lirik karangan band the Rain nih, puitis banget. Seperti kehidupan seharusnya, tanpa penyesalan. Setuju? Laksanakan.

Baiklah, sampai berjumpa lagi pada postingan berikutnya. Sekarang aku mau menghemat baterai dulu dan baru akan menulis saat listrik sudah menyala nanti.

Cheerio!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar