Tentang Impian di Masa Depan


Halo, semuanya. Sudah lama sekali aku tidak menulis. Di siang hari yang cerah ini pun aku memiliki kesempatan kembali mengisi lembaran baru pada blog usang ini, jadi aku manfaatkan saja kesempatannya.

Akhir-akhir ini aku begitu sibuk dengan penelitianku. Selain menguras banyak waktuku, penelitian juga banya menguras paket internetku, sampai aku tidak memiliki cukup kuota atau bahkan membeli kuota baru untuk menulis di blog lagi. Padahal cukup banyak yang aku lewatkan dan banyak pula yang ingin aku download seperti biasanya. Untung saja sih di dekat lab ada wifi yang bisa aku manfaatkan, tapi tempatnya kurang nyaman karena banyak sekali dilalui orang, tidak cocok untuk seorang introvert sepertiku.

Aku menulis postingan di Minggu siang, dan baru bisa mempostingnya Senin ini menggunakan wifi, menyedihkankan memang keadaan bulan ini. Apanya yang bulan penuh cinta, itu semua hanya mitos. haha

Anime Review : Isshuunkan Friends (One Week Friends)


ULTIMATE FRIEND ZONE! Itu kata-kata yang tidak bisa aku tahan sesaat setelah selesai menyaksikan ending anime ini dengan penuh rasa kecewa dan sebuah senyuman aneh di wajah. Ehem. Jadi spoiler duluan nih.

Aku baru saja menyelesaikan menyaksikan satu anime ini, judulnya adalah Isshuukan Friends atau kalau dalam versi British-nya tuh One Week Friends (sambil ngomong ala Russell Brand). Animenya diangkat dari komik karangan mba Matcha Hazuki dengan judul yang sama (Isshuukan Furenzu). Kalau di manga, serial ini dibukukan ampe 7 volume, sedangkan untuk animenya ampe 12 episode aja. Animenya tayang pertama kali pada 6 April 2014 dan tamat pada tanggal 22 September 2014 lalu, udah lamaaaa. Dan aku baru mengetahui anime ini beberapa minggu lalu. Sungguh terlambat. Banyak mengatakan juga kalau anime ini sebenarnya bagus, cuman kurang terangkat aja. Tapi sekarang aku tau kenapa kurang terangkat (sinis sampe mata kaya orang... ehem, rasis).

Ceritanya tentang Kaori Fujimiya, seorang gadis SMA (yang nampak) biasa, manis dan wajah muramnya. Kemudian ada Yuki Hase, teman sekelas Kaori yang merasa terganggu dengan kebiasaan Kaori, suka menyendiri.  Dengan diselimuti penuh dengan rasa penasaran, Yuki pun memberanikan diri untuk mengajak Kaori bicara untuk mengetahui sebenarnya ada apa dengan Kaori, apa yang salah sehingga dia suka sendiri ketimbang kongkow bareng temen-temen cewe yang lain di kelas.