Nopember 2016


Selamat malam. Tak terasa sudah akhir tahun aja nih. Rasanya baru beberapa hari lalu aku nongkrong di tepian sungai Mahakam untuk menyaksikan kembang api tahun baru 2016, sekarang sudah mau tahun 2017 aja.

Aku menulis ini disela pengerjaan skripsiku yang tinggal memasuki tahap pengeditan dan memperbaiki semua yang tidak rapi berhubung dosenku sangan sensitif dengan ketidakrapian dalam skripsi. Pada tahap ini, aku merasa seperti seorang editor dalam lembaga penerbitan. Dalam perjalanannya, mengerjakan skripsi ini membuatku merasakan berbagai pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya di jurusanku, salah satunya seperti merasakan bagaimana menjadi anak ekonomi yang paling jelas. Kami di Teknik Kimia juga merasakan bagaimana menjadi anak MIPA waktu penelitian kemarin. Benar-benar jurusan yang menarik sekali, satu jurusan, banyak ilmu didapat.

Anime Review: Orange


Hei, hei, jumpa lagi di anime review! Banyak sekali anime baru yang bermunculan tahun ini, tapi nampaknya hanya beberapa saja yang menarik minatku untuk menyaksikannya sampai habis. Salah satunya adalah anime satu ini! Anime yang tayang dari tanggal 3 Juli 2016 sampai 25 September 2016 ini menyusul dari karya manga dan live action-nya. Urutan yang tidak biasa, padahal biasanya manga terus ke anime, baru ke live action. Tapi aku baru mengenal serial ini melalui seri animenya.

Judulnya adalah Orange (オレンジ), sebuah anime yang diceritakan kembali berdasarkan manga karya Ichigo Takano dengan judul yang sama, judul yang sulit sekali kalau mau mencarinya di Google karena saat menuliskan "orange" maka yang keluar malah gambar jeruk. Untuk manganya sendiri udah kelar sejak tahun 2015 silam, sejak pertama kali terbitnya tahun 2012. Untuk yang mau ikuti manganya enak aja nih, karena versinya manganya hanya ada 5 volume. Sedangkan live action-nya dibuat tidak lama setelah manganya selesai, tepatnya pada akhir tahun 2015, ngebuuut. Tapi aku rasa pantas aja sih serial ini dijadikan live action duluan, karena format ceritanya memang aku rasa cocok untuk menjadi film, selain karena ceritanya tidak terlalu ribet untuk di-film-kan dan singkat tentu saja.

Kali ini aku hanya ingin membahas tentang versi animenya. Pertama kali mengenal anime ini dari seorang kenalanku dari luar kota yang nampaknya seseorang yang sudah mengikuti serial ini sejak versi manganya, luar biasa. Sudah bisa dipastikan dia adalah seorang wanita, karena anime ini lebih ke shoujo ketimbang seinen. Membuatku penasaran untuk tahu juga bagaimana sih menariknya Orange ini sampai dia begitu fanatik bahkan jauh sebelum versi animenya keluar. Pada akhir episode anime ini pun aku berkata "DANG!", luar biasa!