Cerita Tentang Pohon Pisang

Aku lupa kapan terakhir kali aku makan pisang susu yang rasanya enak. Beberapa hari ini aku kembali memakannya, yah meskipun tidak seenak yang bisa aku ingat dulu, tapi lumayan lah dari biasanya. Dalam sebuah pisang susu aja rasanya ada banyak kenangan aku ingat. Kebetulan dulu aku tinggal dengan di kelilingi oleh pohon pisang. Seperti tinggal di surga, jadi kalau lapar ya tinggal petik aja pisangnya, karena kebetulan juga pisangnya adalah pisang liar, jadi bukan punya siapa-siapa.

Di rentetan pohon pisang itu juga di mana biasa aku bermain bersama teman-teman masa kecilku. Mencoba belajar beberapa hal dari universitas terbesar di dunia yaitu alam. Berhubung dulu masih bodoh, jadi melihat bagaimana pisang bisa menyimpan banyak air di dalam pelepahnya aja sudah girang banget.


Hayalanku yang dulu begitu tinggi untuk menjadi seorang samurai juga menjadikan pohon pisang sebagai temanku untuk latihan berpedang. Pohon pisang kan kalau ditusuk akan mengeluarkan air yang semasa kecil aku bayangkan sebagai darah. Membuatku sadar kalau semenjak kecil aku sudah menjadi psikopat. XD

Sambil menyanyikan lagu-lagu soundtrack anime Samurai X (Rurouni Kenshin) biasanya aku berlarian di deretan pohon pisang sambil menebas-nebas. Sekarang aku baru menyadari kesalahan masa kecilku itu, entah berapa banyak sudah pohon pisang tidak bersalah yang sudah aku lukai.

Di tulisan ini mungkin aku terdengar selalu sendiri dengan sekumpulan pohon pisang ya? Ya, itu tidak salah. Aku memang sering sendiri dan pohon-pohon adalah teman bermainku. Aku benar-benar tidak bermasalah dengan kesendirian, karena selalu punya alam untuk menemaniku. Saat di kota saja baru bingung, saat alam menjadi sesuatu yang jauh untuk aku jangkau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar