Song of the Week: Tulus - Monokrom


Aku lagi suka banget sama lagu-lagunya Tulus akhir-akhir ini, khususnya untuk lagu-lagunya di album Monokrom (album barunya). Awalnya harus aku akui aku merasa biasa saja ketika mendengarkannya, tapi setelah aku dalami maknanya, ternyata ngena juga, sama seperti karya-karya Tulus sebelumnya, salut banget!

Menurut pendapat pribadiku, yang menjadi hal unik Tulus adalah lagu-lagunya menggunakan bahasa yang menggambarkan dunia dengan cara yang berbeda. Aku merasanya begitu sih, aku jadi melihat dunia itu dengan pandangan yang baru, yang segar dan tidak menjemukan. Dan ini menurutku menginspirasi banget, aku sampai banyak membuat karya karena album Monokrom ini.

Salah satu karyaku yang merupakan hasil inspirasi dari Tulus adalah gambar sederhanaku di atas. Melalui lagunya ini, Monokrom, aku jadi flashback dan kemudian melihat masa lalu dengan pandangan yang lebih penuh warna dan tidak suram maupun menyedihkan seperti yang biasa aku lihat. Jadi benar-benar sadar kalau setiap kepingan kisah di masa lalu itu mempunyai warna indahnya tersendiri.


Ini liriknya untuk kalian yang belum pernah dengar lagunya aku sarankan dengarkan deh. Bisa melalui aplikasi Spotify di Android dan iOS.

----------------------------------------------oOo----------------------------------------------

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu
Kue cokelat balon warna-warni
Pesta hari ulang tahunku

Di mana pun kalian berada
Kukirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku dan banyak
kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam kuhitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buatku lelap

Di mana pun kalian berada
Kukirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku dan banyak
kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu berapa lama kita
Diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lembar monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan kumengenal cinta
Bila bukan karena hati baikmu

--------------------------------------------------------------------------------------------

Tulus mengawali lagu ini langsung dengan kata-kata nostalgia. Baru mendengarkan bait pertama saja aku rasanya sudah terlempat jauh ke masa lalu. Saat mendengarkan lagu ini, tiba-tiba aja aku bisa kembali ingat dengan senyuman teman-teman lamaku semasa masih di kampung dulu. Entah mengapa senyuman mereka masih begitu melekat di kapalaku mengingat sebenarnya aku ini orangnya sangat pelupa, itu aneh.

Mengambil momen kenangan ulangtahun dari masa kecil, itu memang momen yang pas banget untuk kembali ingat dengan kenangan teman-teman lama. Di saat pesta ulangtahun itu kan biasanya semua terkumpul dan membentuk kenangan yang akan terus dibawa sampai tua.

Lagu kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih. Ini menurutku bagian mengharukannya. Aku juga rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya kepada masa lalu, hanya untuk ucapkan 'terima kasih' untuk banyak warna yang sudah diberikan di hidupku sehingga aku bisa menjadi aku yang sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar