Food Review: Dapoer Pizza Samarinda

Hari ini aku akan mencoba kategori baru di blogku. Yup, Food Review, kita akan bahas seputar kuliner, khususnya yang ada di kotaku saat ini, Samarinda, berhubung akhir-akhir ini jadi sering banget keliling kota untuk cari makan.

Oke, tampat pertama yang akan menjadi bahan review-ku kali ini adalah sebuah rumah makan produksi rumahan yang cukup unik, namanya Dapoer Pizza. Kebetulan lagi ngidam banget sama pizza, jadi sampai harus bela-belain ke tempat ini, meskipun harus berpetualangan untuk menemukan lokasinya yang cukup ribet, tapi tidak sulit ditemukan dengan menggunakan Google Maps.


Jadi tahu tampat yang unik satu ini berkat seorang sahabatku, yang untuk postingan-postingan berikutnya mungkin akan menjadi narasumber utamaku untuk menemukan tempat makan baru yang unik-unik.

Sesampainya di sana setelah petualangan yang cukup panjang kami, ternyata tempatnya lebih sederhana dari yang bisa aku bayangkan. Bukan sederhana yang buruk macam gubuk gitu, bukan. Tapi minimalis dan asri gitu. Dengan beberapa hiasan boneka pakaian adat dan hanya ada sekitar 6 meja dengan masing-masing terdapat 2 tempat duduk. Semua itu terhampar di teras depan rumah, dan ada penutup kayu agar tidak terlalu silau aku rasa.


Menu

Pizza
Meat Lovers 35k
Mushroom 35 k
Choco Cheese 35k
Chicken 40k
sausage Mushroom 45k
Spesial mix 50k

Chicken
Chicken Katsu 30k
Chicken Pok Pok 30k
Chicken Pop Rock 30k
Chicken Cordon Blue 40k
Ayam Lada Hitam 30k
Spicy Chicken 15k

Spagetti
Spagetti Biasa 25k
Spagetti Chicken 30k
Spagetti Special 35k

Dessert
Kentang Goreng 20k
Egg Beef 25k
Sistagor 30k

Beverages
Air Mineral 2k
Ice Tea/Hot Tea 4k
Cappucino 8k
Moccacino 8k
Vanilla Latte 8k
Thai Tea 8k
Lemon Tea 8k
Teh Tarik 8k
Chocolate Milkshake 13k
Oreo Milkshake 13k
Strawberry Milkshake 13k
Hazelnut 13k
Tiramisu 13k
Red Velvet 13k
Taro Milkshake 13k
Green Tea Milkshake 13k

Itu dia daftar menunya. Sahabatku itu tanpa pikir panjang langsung memberi Spicy Chicken, karena itu adalah menu favoritnya di tempat itu. Sedangkan aku ingin sekali mencoba pizzanya, dan aku memesan meat lovers untuk di-take away. Setelah memesan, kami harus menunggu untuk waktu yang tidak sebentar, mungkin karena yang menjalankan kafe ini 1 orang saja. Sahabatku pun berbisik, "Kamu harus sabar, ini mungkin agak lama." Ya, aku pun memutuskan menunggu dengan rasa penasaran dan juga menikmati suasana di sekitar kafe yang tenang sekali, sampai ngantuk rasanya. Kebetulan kami di sana di siang bolong, memang waktunya tidur siang.

Makanan pertama di antar, yaitu Spicy Chicken milik sahabatku.


Semua hidangan spicy chicken satu paket sama teh, hanya 15k, pas banget untuk kantong mahasiswa khususnya di akhir bulan. Juga disediakan kobokan karena aku baru sadar kalau tidak disediakan wastafel di sini. Tapi jika ingin ke toilet, kalian bisa numpang toilet di dalam rumahnya.

Secara penampilan, ayam ini nampak pedes banget kan? Warnanya merah gitu. Kenyataannya ayam ini tidak sepedas yang kalian bayangkan. Bisa aku katakan pedas dari ayam ini PAS. Jarang sekali bisa menemukan makanan dengan pedas pas seperti ini untuk standar kafe di Samarinda aku rasa. Bumbunya juga berbeda, awalnya aku pikir kalau rasanya akan seperti spicy chickennya kfc atau Rocket Chicken, namun ternyata ini berbeda. Pedasnya bukan hanya datang dari lombok, tapi dari rempah yang aku rasa ada lada hitam di sana. Tidak disediakan sambal tambahan untuk menu ini semisal kalian merasa makanan ini kurang pedas, tapi kalau kalian ingin yang lebih pedas dari ini, aku rasa kalian salah. Karena ini adalah makanan dengan pedas yang enak, tidak perlu ditambah lagi.

Dan untuk menu berikutnya adalah Pizza Meat Lovers, yang baru aku nikmati setibanya di rumah.


Ini dia penampilannya. Tapi jangan salah sangka yah, guys, bentuk lingkarannya gak sempurna gitu karena setengahnya sudah di dalam perutku, aku baru ingat untuk mengambil gambarnya ketika sudah habis setengah. Jadi aku menghabiskan 35k untuk pizza ini.

Setelah makan, harus aku katakan kalau pizza ini di luar espektasiku, but not in the good way. I mean, this pizza taste more like meat bread in the Bread Life or Bread Talk than a pizza, I have to say that. And for me, I guess this pizza is too spicy. Aku sampai tidak ada menyentuh saus sambel yang menjadi satu paket pizza ini, karena sudah manggah manggah hanya dengan memakan pizzanya. Yang membuatnya jadi begitu pedas aku rasa karena saus yang digunakan untuk pizzanya memang sudah pakai saus sambel, bukan saus tomat, kemudian di tambah lada hitam, kepedasan yang hakiki. Tapi kalau kalian pecinta makanan pedas, aku rasa pizza satu ini akan menjadi pilihan bagus untuk kalian.

Karena rasanya pedasnya aku jadi sulit untuk merasakan dagingnya, tapi begitu bisa merasakannya, aku suka sosis yang ditaburkan dengan ekstra di atasnya. Rotinya juga lembut dan tebel, sangat mengenyangkan, aku sampai membutuhkan 2 ronde makan untuk menghabiskan semuanya.

Okeh, itu review-ku untuk Dapoer Pizza Samarinda.  Untuk kalian orang Samarinda, aku saranku untuk sekali-sekali untuk main ke tempat unik satu ini. Apalagi kalau misalnya kalian lagi ngidam pizza di akhir bulan.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan, lidah tiap orang mungkin berbeda, tapi inilah yang dirasakan oleh lidahku yang masih kurang berpengalaman ini. Terima kasih.

Dapoer Pizza Samarinda
Jl. P. Suryanata Graha Indah Blok K No.7A

*NB. maaf soal foto-fotonya, masih amatir banget

Tidak ada komentar:

Posting Komentar