Song of the Week: D'Masiv - Kau Yang Ku Sayang


Selamat malam! Sudah malam, jangan lupa tidur (siapa tau kalian lupa). Di malam yang terik ini, aku ingin berbagi sedikit tentang sebuah lagu yang membuatku terbuai malam ini. Salah satu lagu dari band Indonesia favoritku, D'Masiv. Lagu yang aslinya dinyanyikan oleh om Rinto Harahap ini diaransemen ulang oleh band D'Masiv. Apik sekali mereka membawakannya, seperti lagu Pergilah Kasih yang juga sukses mereka aransemen ulang dengan keren. Kali ini judul lagu yang mereka aransemen tuh Kau Yang Ku Sayang. Ini lagu cinta pastinya.

Lagu ini menggambarkan seorang pencinta yang tangguh dan pantang menyerah untuk menggapai cintanya meski orang yang dia cintai itu masih menyimpan masa lalu di hatinya. Keren. Aku harap aku juga bisa setangguh itu sebagai seorang pencinta.

Coba deh dengerin lagunya, mantep tauk.

Para Pencari Pembenaran (PPP)


Akhir-akhir ini jadi sering tertawa sendiri saat melihat beberapa postingan di media sosial. Bukan karena postingan-postingan meme yang lucu atau komik strip, tapi postingan dari beberapa orang pencari pembenaran, aku menyebutnya Para Pencari Pembenaran (PPP). Yup, orang-orang yang memutuskan untuk hidup dengan seenaknya seperti yang mereka mau tapi tidak ingin dihakimi oleh hukum masyarakat yang berlaku. Tapi gak masalah kan ya? Karena kebaikan itu seperti kecantikan, sangat relatif. Sesuatu yang baik itu adalah hasil kesepakatan bersama. Dan PPP ini mencoba mempengaruhi banyak orang untuk juga sepakat dengan pendapat yang dia punya. SHAME ON YOU!

Aku yakin ini karena mudahnya sekarang informasi untuk saling bertukar maka kemunculan PPP ini terjadi. Mudah sekali mengirimkan beberapa doktrin-doktrin sesuai dia mau, mempengaruhi orang-orang dengan daya pikir tingkat rendah (alias bego) untuk sepakat dengan kebenaran yang dia mau. Nilai kebenaran pun sekarang menjadi sangat relatif. Orang-orang jadi mudah sekali berpindah hati, orang-orang jadi mudah sekali menghakimi, mudah sekali membenci, mudah sekali menghujat, dan tindakan jahat lainnya. Bagiku orang yang suka menghujat-hujat pihak lain yang tidak sepaham dengannya itu adalah yang paling lemah daya pikirnya. Maksudku, ayolah, berhenti menghujat, kebenaran itu relatif, apa yang kau anggap benar belum tentu juga dianggap benar oleh pihak lain. Jika pada akhirnya saling menghujat, buang-buang waktu aja, tidak akan pernah ada yang menang. Kecuali kalian memang mau menjadi manusia yang ditakdirkan untuk menjadi makhluk yang saling menghancurkan.