Jumat, 18 Januari 2019

Debat Capres 2019 Bagiku



Selamat malam semuanya. Ini tulisan malamku, baru saja debat pertama presiden indonesia dilaksanakan dan aku menghabiskan waktu itu untuk bermain game dengan seorang sahabat, sungguh biadab. Aku hanya menyaksikan di bagian akhir saja, saat paslon nomor 1 masih menyinggung tentang masa lalu yang sudah jauh sekali berlalu dan tidak melihat banyak sekali kesalahan yang dia lakukan dalam waktu dekat, aneh. Dia membahas tentang pelanggaran HAM, halah omdo! Dia sendiri bisanya cuma janji busuk doang untuk menyelesaikan masalah HAM, tapi nyatanya hingga akhir kepemerintahannya gak ada kasus HAM besar yang kelar. Sungguh janji busuk.

Aku salah satu orang yang sudah termakan dengan janji busuk itu, meskipun malu, aku harus mengakuinya. Tapi semua ini harus diakhiri, semua kebohongan dan janji-janji manis para petinggi negara ini. Negeri ini benar-benar sudah menjadi negeri yang biadab. Bahkan akhir debat yang akhirnya aku bisa saksikan itu pun, ditutup dengan tanpa satu pesan damai pun, yang ada hanya emosi aja, marah-marah saja.


Aku hanya ingin agar pemerintahan diganti tahun ini. Sudah cukup gerah melihat bagaimana kekuasaan sekarang, bagaimana orang-orang di sekitar beliau yang bagiku begitu menjijikkan. Harus aku akui, dulu aku begitu kagum dengan beliau, namun sekarang aku memilih untuk menggunakan akal sehat dan tidak ingin lagi tertipu dengan kebohongan yang sama. Meskipun paslon oposisi berbohong, setidaknya itu kebohongan yang berbeda, setidaknya bukan kebohongan yang sama yang sudah ketahuan busuknya.

Yah, ini hanya tulisan dari seorang yang masih begitu awam di dunia politik dan masalah semacam ini, tapi kerasahan ini benar-benar nyata aku rasakan di dalam diriku sendiri. Mungkin ini bisa dikatakan untuk mewakili orang-orang seperti aku juga, yang tentu juga merupakan warga negara sah, punya kebebasan yang sama untuk berpendapat.

Bukan berniat menulis ini untuk merendahkan, tapi mencoba membuat kalian yang membaca ini menjadi sadar seperti apa yang aku alami. Coba deh lihat sekeliling. Aku bukannya pesimis dengan semua pembangunan membabibuta pemerintah itu. Bagus sih, yang menteri keuangan katakan sebagai bentuk dari ekonomi makro, tapi sumber dananya itu loh yang membuat miris, u t a n g ! bayarnya kredit pula, berbunga!! Sakit dapatnya, kasian nanti anak cucu baru lahir sudah dibebani sama hutang negara, kan miris. Kelilit hutang itu kan gak enak loh, gak tenang, senang-senang di awal doang.

Dulu aku begitu terbuai dengan kata-kata beliau yang mengatakan kalau ‘uangnya ada’, segar banget kala itu aku mendengar saat beliau berkata demikian. Tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau ‘uangnya ada’ yang beliau maksud ternyata ada dari hasil hutang. Nyesal banget dah. Begitu naif kala itu aku memikir kalau Indonesia punya uang sebanyak itu, ya pada akhirnya sebagian besar uangnya dihabiskan sama petinggi untuk hal yang sia-sia, untuk menambah beberapa centi lagi dari buncitnya keserakahan mereka.

Jadi dengan tulisan ini aku benar-benar tidak ada niat untuk menjelekkan atau gimana, hanya ungkapkan fakta yang ada dan kekecewaan yang sudah aku rasa. Kalau dikatakan semuanya buruk juga enggak, aku tidak mengatakan begitu. Karena pada akhirnya, kalau ada yang buruk, maka ada baiknya juga, seperti cahaya yang akan selalu bersebrangan dengan bayangan, begitu pula kehidupan.

Untuk sisi baiknya beliau sih ya itu, lebih peduli dengan industri modern, industri kreatif, kemudian juga bisa mengubah beberapa sistem yang dulunya begitu kolot dan kuno menjadi lebih modern, meskipun rakyat kebanyakan masih terlalu tolol untuk menerima pemikiran cemerlang beliau. Jadi gak sepenuhnya salah beliau juga sih, tapi mungkin sebagian rakyat Indonesia belum siap untuk berubah menjadi lebih baik, beberapa kebiasaan buruk sudah mendarah daging di negeri ini. Aku paling suka perubahan sistem pengurusan surat-surat yang dulu begitu ribet sekarang menjadi mudah dan cepat di pemerintahan ini.

Oke, itu aja deh dulu tulisan kali ini. Semoga kalian yang membaca ini dan merupakan pendukung beliau, harap tidak baper dan banyak bacot. Cukup para pejabat aja yang banyak bacot, rakyat bacotnya lewat kerja nyata aja. Kita menuju ke Indonesia yang lebih baik lah. Mohon maaf kalau ada salah kata atau kata yang menyakiti siapa pun kalian. Dengan pola pikir yang akhirnya terbentuk di dalam kepalaku, FIX DAH #2019GANTIPRESIDEN , PLEASE !

Memilih berdasarkan akal sehat, bukan karena fanatisme buta. Cheerio!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anime Review : Ballroom e Youkoso (Welcome to the Ballroom)

Halo, halo semuanya! Jumpa lagi di sesi anime review! Ini sudah lama banget aku tidak menulis anime review lagi, sedih banget, akhir-a...