Postingan

Mencoba Operator Serba Digital: "by.U" (Part. 2)

Gambar
Oke, ini sudah hampir beberapa minggu aku menguji performa dari operator by.U—ku rasa sekarang aku sudah bisa menyimpulkan. Sekali lagi aku mengingatkan kalau review operator ini aku lakukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, jadi untuk kalian yang berada di kota lain, harap bisa mencari referensi lain.
Awalnya aku skeptis sih dengan operator yang menawarkan paket yang begitu "menarik" ini. Kemarin aku sempat mengalami sedikit trouble saat membuka Instagram, tapi itu hanya satu sisi untuk memandang operator ini. Karena untuk tes berikutnya aku menjadikan nomor ini sebagai kekuatan yang merasuki modem 4G milikku.
Hasilnya cukup membuatku tercengang—khususnya saat aku gunakan untuk live streaming main game, karena nyaris tanpa lag. Beberapa kali juga operator ini aku speedtest, dan memang sih performa upload-nya cukup menjanjikan, yang menurutku pas banget untuk seorang gamer atau streamer gitu, khususnya untuk kelas pemula dan budget sih. Operator ini sudah mampuni dan bisa d…

Desain Terkadang Sulit

Gambar
Iya, hanya terkadang sih. Aku rasa bukan cuma desainer sih, semua orang juga kalau kehabisan ide akan bingung sendiri bagaimana mengatasinya. Beberasa orang memiliki solusi dengan menenangkan diri, minum kopi atau teh, dan ada juga yang melakukan hobi lain yang menyenangkan.
Seperti yang aku alami hari ini, sepertinya aku kehabisan ide memikirkan bagaimana caranya membuat gambar sebuah container menjadi sebuah objek vektor yang sederhana. Seandainya ini semudah menyederhanakan sebuah kata, tapi desain tentang membuat sebuah bentuk universal yang nantinya tidak cuma dipahami oleh aku, sang desainer, tapi juga untuk orang lain bahkan untuk orang awam akan mudah untuk memahami dan menebak bentuknya. Itu tidak mudah dan aku sudah melalui ini di banyak sekali kesempatan.

Mencoba Operator Serba Digital: "by.U" (Part. 1)

Gambar
Hampir saja aku gagal menulis lagi hari ini. Ternyata tidak mudah untuk menjadi konsistem dalam sesuatu. Tapi yah, mari kita coba lagi. Untuk tulisan kali ini, aku mau review tipis-tipis aja sih, tetang operator baru yang baru saja aku coba. Tulisan ini relevan untuk kalian yang tinggal di Kota Samarinda aja ya, karena memang begitu kan bagaimana kita menilai operator. Bisa saja lelet pada suatu daerah, tapi malah kenceng di daerah yang lain.
Operator baru yang aku coba ini meng-klaim bahwa mereka adalah operator serba digital pertama di Indonesia. Yap, itu adalah by U! Operator serba digital yang keluar belum lama ini dan aku rasa publikasinya masih kurang sih, mereka kaya masih ragu gitu kayanya sih untuk meluncurkannya. Karena saat ini pun aku belum ada melihat iklan mereka di televisi, hanya iklan online saja.
Berbeda dengan operator klasik yang kita harus membeli nomornya di konter, by U ini kalau mau beli harus via aplikasinya di Play Store. Setelah instal aplikasinya itu nanti ka…

Tren Yang Memuakkan

Gambar
Bukan berarti aku menulis ini aku begitu membenci olahraga bersepeda atau yang lainnya, tapi keresahanku lebih kepada bagaimana pelaku tren ini sok ikuti tren tapi mengabaikan etika. Aku tidak tau bagaimana dengan di kota kalian ya—di kota tempat aku tinggal, di Kota Samarinda, sedang ada tren bersepedia. Jadi entah pagi, siang, malam atau bahkan tengah malam, akan mudah sekali menemui pesepeda memenuhi jalanan. Pasti karena efek liburan panjang tidak berkesudahan bagi sebagian manusia membuat kegiatan ini menjadi begitu sering dilakukan bahkan di luar hari libur (setiap hari). Membuat orang-orang berbondong untuk membeli sepeda, ya sebenarnya sesuatu yang positif jika pembelian itu kemudian menjadikan sepeda sebagai kendaan pengganti untuk sepeda bermotor—nyatanya tidak. Jadi tujuan positif dari sepeda seperti mengurangi polusi dan menghemat bahan bakar fosil gagal tercapai. Kalau logikaku sih, daripada habiskan uang untuk beli sepeda, mending beli sepatu lalu berlari dengan jarak yan…

Anime Review (Movie): Sora no Aosa o Shiru Hito yo (Her Blue Sky)

Gambar
Halo semua! Sudah memasuki hari Ahad lagi nih, saatnya kita review anime lagi ya. Aku terkejut sih mengetahui anime ini, karena poster pertama yang aku temukan adalah gambar Jembatan Kyu Chichibu-hashi yang termansyur. Melihat itu ingatan langsung mengarah ke Anohana. Aku pun langsung mencari informasi dan ternyata benar, kedua anime ini dikerjakan oleh orang-orang yang sama, khususnya mba Mari Okada. Penulis cerita terkenal yang sukses dengan karyanya Anohana dan The Anthem of the Heart. Luar biasa sih mba Okada ini, terlebih setelah aku menyaksikan film auto-biografi-nya yang berjudul Gakkou He Ikenakatta Watashi Ga (Anohana) (Kokosake) Wo Kaku Made. Di situ dia menyamarkan namanya menjadi Atsuko Maeda, jadi jangan bingung seperti aku ketika menyaksikan film itu dan namanya bukan Mari Okada.
Anime movie yang tayang perdana pada tanggal 11 Oktober 2019 ini, menyajikan sebuah cerita fantasi yang menggugah jiwa, tidak kalah dengan karya Mari Okada lainnya—berjudul Sora no Aosa o Shiru H…

Anime Review: Yesterday wo Utatte (Sing "Yesterday" for Me)

Gambar
Mungkin sudah saatnya aku menulis ini. Setelah menahan diri—aku putuskan untuk menulis aja deh, walaupun mungkin banyak orang yang tidak suka dengan serial satu ini. Aku awalnya yang suka sekali juga makin ke sini makin ragu dengan ending-nya. Sebuah ke-bucin-an buta terdeteksi.
Baik, anime yang akan kita review kali ini adalah sebuah anime yang pertama kali tayang 4 April 2020 lalu berjudul Yesterday wo Utatte atau kalau dalam bahasa Inggris judulnya Sing "Yesterday" for Me (Nyanyikan "Yesterday" untukku). Aku masih belum tahu sih, kata "Yesterday" di sini mengarah ke mana, entah ke masa lampau karakter, atau lagu The Beatles yang terkenal itu? Entah lah, kalau kalian tahu silakan tulis di komentar ya.
Diangkat dari sebuah karya manga lawas yang terbit pertama kali pada 15 Desember 1997—aku sumringah sendiri sih mengetahui ini, karena tanggal terbitnya sama dengan tanggal kelahiranku. Dibuat oleh seorang mangaka veteran, Kei Toume. Serial manga-nya baru se…

Anime Review: Ao Haru Ride (Blue Spring Ride)

Gambar
Aku menulis ini sambil menikmati sejuknya hembusan angin di tengah panasnya musim panas di bulan Juni. Sebelum menulis ini aku sempat berfikir untuk membuat sebuah jadwal upload yang konsisten sehingga mudah untuk diikuti. Aku memilih antara antara Ahad dan Rabu. Hari Ahad karena aku lumayan luang dan hari Rabu karena aku suka hari Rabu dari semua hari. Jadi aku akan memulai dari hari ini, semoga aja aku bisa dan tidak lupa.
Mari kita kembali lagi ke anime review! Anime ini mungkin aku—bisa dikatakan terlambat. Aku merasa cukup menyesal karena dulu aku melihat anime ini dengan begitu sinis dan skeptis, tidak tahunya ceritanya adalah genre yang biasa aku suka dan aku ikuti setiap musimnya. Entah mengapa dulu sempat emosi saat menyaksikan anime ini untuk pertama kali, mungkin karena memanggil kenangan buruk dari alam bawah sadarku atau bagaimana—aku juga tidak tahu.
Judul animenya Ao Haru Ride. Mungkin kalian juga sudah lama selesai menyaksikannya. Sedangkan aku, baru beberapa hari lalu s…

Anime Review: Tenki no Ko (Weathering With You)

Gambar
Selamat libur semua!
Bagaimana dengan WFH kalian? Beberapa orang mungkin sudah bosan banget di rumah sekarang ini. Tapi bagi introvert sepertiku rasanya tiada beda dengan biasanya—justru aku menikmati saat-saat bekerja dari rumah seperti ini. Mungkin ini karena dari dulu kerjaan aku memang selalu di rumah aja.
Oke, sekarang kita kembali ke topik pembahasan kita hari ini, yaitu anime review! Aku bisa mengatakan, kalau akhirnya aku menyaksikannya—setelah penantian panjang selama ini. Yang menurutku cukup drama sih dulu mau menyaksikan anime ini, mengingat kala itu belum ada CGV di Kota Samarinda—tempat aku tinggal—yang mana hanya CGV yang kala itu menayangkan filmnya, sedih. Film itu adalah Tenki no Ko atau kalau dalam bahasa Inggris judulnya Weathering With You. Karya Makoto Shinkai terbaru yang tentu dinantikan banyak orang. Aku mungkin aja terlambat menulis ini—mengingat filmnya juga sudah keluar dari tahun lalu. Tapi tidak apa—tidak akan pernah terlambat untuk membahasnya di blog ini.

Anime Review: Ahiru no Sora

Gambar
Mungkin sampai saat ini, banyak sekali anime bertemakan basket yang sudah ada di pasar anime. Beberapa di antara bahkan sudah besar sekali dan memiliki banyak fans—kita sebut saja Kuroko no Basket dan satu lagi yang paling legendaris itu anime Slam Dunk. Tapi anehnya, entah karena aku tidak pernah menyentuh sedikit pun dengan kedua anime tersebut atau bagaimana, aku sama sekali tidak memiliki Ketertarikan terhadap dua anime basket terkenal tersebut. Aneh. Ingat sekali dulu banyak dari teman-teman kuliah yang mengikuti cerita Kuroko no Basket, dan cuma aku yang tidak bergerak sedikit pun sekedar ikut menyaksikannya juga. Mungkin sudah menjadi kebiasaanku sih—saat semua orang menyukai anime yang sama—kemungkinan besar aku menjadi satu-satunya yang tidak suka.
Semenjak musim lalu aku menemukan satu anime yang bertema sama, berjudul Ahiru no Sora—dari episode pertama menyaksikannya, aku sudah jatuh hati padanya. Sebuah anime yang diangkat dari manga karya Takeshi Hinata pada tahun 2003 sam…