Teman Sebangkuku

Dalam waktu luang kali ini aku mencoba membuka dokumen-dokumen lama yang pernah kutulis di kelas dan aku pun menemukan yang satu ini. Sewaktu di kelas XII kemaren emang agak sering nulis-nulis gitu biar ngak mati kebosanan dalam kelas, sekalian juga menghilangkan kejenuhan dengan semua pelajaran mematikan. Oke, langsung saja, ini dia...

Tanpa terasa, sudah sekitar 4 bulan berada di kelas XII IPA 1 dan aku mulai terbiasa dengan lingkungan kelas XII ini. Sekarang aku bisa meyatakan kalau benar-benar tidak menyesal berada di kelas ini, terlebih lagi ketika ada terminal colokan baru hasil sabotase di dekat tempat dudukku di kelas. Sekarang bisa menyalakan Cor3-Aline-ku sepuasnya di kelas sambil menikmati Wi-Fi smapan yang kadang menyala dengan setengah hati.

Kali ini aku mau bercerita tentang seseorang yang selama ini menjadi teman sebangkuku di kelas. Namanya Aan Budi Setiawan, terkadang dia menyebut dirinya ABS21, yah itu juga menjadi nama samarannya di game-game yang dia mainkan, bisa juga disamarkan sebagai  'bunga', wkwk Gak kok itu bo'ong. Seorang anak kecil yang belakangan menjadi besar entah kenapa. ha ha (sorry An, becanda) Sebelumnya aku sudah pernah sekelas dengannya waktu kelas X, tapi tak sebangku. Waktu kelas XI kami berpisah kelas. Dan saat di kelas XII, aku pun tak punya pilihan lain selain duduk bersamanya. Yah, selain karena sudah kenal, di kelas kayanya ngak ada yang bisa kuajak ngobrol juga.

Aku kira aku akan mendapatkan hari-hari normal saat duduk bersebelahan dengannya, ternyata dugaan itu sepernuhnya salah, kegilaan malah menjadi saat duduk dengannya. Hampir tiap hari ngakak ngak jelas, nyanyi-nyanyi kaya orang gila, dan ngomongin hal yang ngak jelas arahnya. Pokoknya tempat kami hampir selalu ramai setiap harinya. Sampai-sampai yang duduk di depan kami agak stres karenanya, bahkan lebih dari itu, waktu itu ampe kesurupan cewe yang duduk di depan kami. *bukan salahku*

Tidak hanya menjadi hiasan sebagai seseorang yang duduk di sebelahku, dia juga menjadi salah satu rivalku di kelas. Kami sering tinggi-tinggian nilai. Walaupun aku sering kalah dinilai Matematika dengannya, dia jago bangeeet. (==") Tapi tentunya untuk mata pelajaran lain aku tak mau kalah, walau cuma beda 0,01. :D wkwk

Teman sebangkuku di kelas XII ini juga enak untuk diajak kerja sama. Biasanya kalau diberi tugas banyak oleh guru, kami membagi pekerjaan. Walaupun terkadang semuanya hanya akan digantungkan kepada satu orang yang lebih ahli di antara kami. Dan aku sering menyerahkan soal matriks kepadanya karena aku kurang ahli dalam hal itu. Ha ha Setidaknya masih simbiosis mutualisme, masih sehat.

Sering terkadang kami ngak ngerjakan PR secara bersama, dan terkadang, bahkan pasti dia yang panik duluan. Aku pun tinggal menunggunya mencari jawaban kemudian menirunya. Ha ha ha Baiklah, itu mulai tidak sehat. Tapi setidaknya kan dia ngak rugi. Biasanya kalau sudah minta dikumpul cepat, barulah aku juga ikut panik. Paling sering Fisika yang bikin panik anak-anak kelas XII IPA 1, hm tidak, kurasa semua anak IPA kelas XII, dan bu Erni biasa menjadi korban sumpahan siswa agar beliau tidak cepat masuknya. (risiko jadi guru pelajaran mematikan) Beda dengan Matematika yang walaupun bertumpuk PRnya, tapi ngak ada yang diperiksa.

Pernah suatu hari si Aan ini tidak masuk karena harus menyembuhkan kakinya yang retak setelah kecelakaan, suasana di tempat dudukku pun langsung sepi. Aku tak ada teman untuk ribut & menggila, dan 2 wanita di depanku juga menyadari itu. Kegilaan terhenti untuk sementara kala itu. Yang duduk di sebelahku pun silih berganti. Gara-gara dia ngak turun juga pernah waktu itu saat jam pelajaran tambahan aku menjadi satu-satunya cowo yang hadir. Biasanya kami berdua cowo yang tersisa dan mau ikuti jam tambahan. *tragis*

Ok, mungkin itu aja yang mau kuceritakan tentang teman sebangkuku ini. Bingung mau cerita apa lagi. Dan untuk Aan yang menjadi objek dalam postingan kali ini, saya mohon maaf jika ada kata-katanya yang menginggung dan menyayat hati anda. ごめん ~

Sekian, terima kasih,
Cheerio!!! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar