Tulisan Waktu

Sudah memasuki bulan Mei saja tanpa terasa. Tanpa terasa juga mungkin besok-besok sudah acara malam tahun baru lagi. Waktu cepat sekali berlalu, terlebih jika hidupmu dipenuhi begitu banyak kesibukan dan deadline. Tanpa terasa mungkin esok hari berkaca di cermin, sudah melihat banyak rambut putih di atas kepala. Ok, mungkin itu melompati waktu terlalu jauh. Siapa yang tau.

Beberapa lalu aku melihat foto orang-orang yang aku kenal lama, wajah mereka pun sudah mulai berubah, beberapa nampak lelah, beberapa nampak mulai menunjukkan kriput, beberapa semakin cerah entah mungkin karena efek kamera atau apa, dan beberapa lagi malah menjadi semakin rembes saja. Membuat berbisik dalam hati, ah, ini kah mereka sekarang, apa aku juga berubah sejauh ini? Secara fisik.

Anime Review: Sangatsu no Lion (March Comes Like a Lion)


Halo, halo, halo, kembali lagi di anime review! Setelah cukup lama aku tidak menulis review ya. Kali ini aku mau menulis review anime yang menurutku istimewa, karena mungkin cuma aku yang bertahan untuk terus menyaksikannya di saat teman-teman yang lain mungkin sekarang lebih suka menyaksikan anime fantasi romansa, macam gitu. Terkadang aku merasa istimewa ketika tetap setia menyaksikan 1 anime yang peminatnya kurang ketimbang yang lain.

Oke, animenya berjudul cukup unik, 3-Gatsu no Lion, atau kalau dalam versi Inggrisnya menjadi March Comes Like a Lion. Seri ini ditulis oleh Chica Umino, yup, seorang mangaka wanita. Keren ya? Jadi teringat dengan Fullmetal Alchemist. Saat kalian pertama menyaksikan anime ini, pasti kalian akan bingung dengan hubungan judul dan ceritanya, karena aku pun demikian. Aku pikir malah anime ini semacam anime tentang sirkus singa gitu, ternyata aku salah besar. Anime ini bercerita tentang seorang pemain shogi profesional muda bernama Rei Kiriyama.

Rei Kiriyama, 17 tahun, yang semanjak kecil sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan seorang adik perempuannya dalam sebuah kecelakaan. Kemudian Rei diadopsi oleh teman dari ayahnya, seorang pemain shogi profesional. Dari kecil pun Rei sudah dilatih untuk menjadi seorang pemain shogi profesional. Di keluarga teman ayahnya itu, Rei memiliki seorang kakak tiri perempuan, Kyoko Koda, dan seorang adik tiri laki-laki. Kedua saudara tiri itu juga dilatih untuk menjadi seorang pemain shogi profesional oleh ayahnya, namun tidak bisa menjadi lebih hebat ketimbag Rei, hal ini kemudian merusak keharmonisan di dalam keluarga Koda. Hingga pada akhirnya Rei memutuskan untuk keluar dari keluarga Koda dan memilih untuk hidup sendiri.

Anime Review: Just Because!


Di hari terakhir tahun 2017 ini, aku ingin menulis review sebuah anime yang baru-baru juga berakhir beberapa hari lalu. Seperti biasa, dalam satu musim bergulir, biasanya aku hanya mengikuti anime romance kalau tidak anime slice of life. Tapi kali ini aku ingin menulis yang anime romance dulu deh, berhubung anime slice of life favoritku sampai sekarang pun belum menunjukkan tanda-tanda akan tamat (Sangatsu no Lion).

Judulnya adalah "Just Because!". Sebuah anime karya Hajime Kamoshida yang pertama kali tayang pada 5 Oktober 2017 dengan total episode sampai tamat berjumlah 12. Anime yang masih segar dengan cerita yang begitu tipikal untuk orang Jepang, aku rasa. Aku menyaksikan anime ini dengan espektasi akan memiliki ending yang begitu mengejutkan dan bikin pikiran meledak, namun ternyata aku salah menaruh espektasi yang terlalu tinggi.

Oke, anime ini ceritanya mengambil waktu semester terakhir di kelas 3 SMA, Mio Natsume, Haruto Soma dan Hazuki Morikawa menjalani masa terakhir mereka di SMA dengan semua lika-likunya. Semuanya berjalan biasa saja sampai akhirnya Eita Izumi pindah di SMA yang sama. Eita adalah teman masa SMP dari Mio dan Haruto. Kisah jadi menarik saat terungkap kalau hanya Eita yang mengetahui kalau sebenarnya Mio menaruh hati pada Haruto, meskipun Haruto sendiri sebenarnya naksir Hazuki dan berencana untuk menyatakan perasaannya sebelum lulus.

DRAFT: Virtual World

Sudah hampir 10 tahun lebih, saat pertama kali aku menggambar sebuah karya komik yang akhirnya harus kandas karena kurangnya ketelatenan. Ini adalah salah satunya. Komik yang bertema fantasi yang aku beri judul Virtual World ini, merupakan salah satu komik saat awal-awal aku merintis sebagai seorang komikus amatir. Aku ingat, dulu yang pernah membaca ini hanyalah 1 orang teman dekatku yang kebetulan juga adalah tetanggaku. Yang aku ingat waktu itu dia memintaku untuk melanjutkan ceritanya tapi akhirnya tidak aku wujudkan.

Oke, sebaiknya kalian membacanya sendiri deh. Hanya 8 halaman. Cukup serhana untuk sebuah komik debutan. Karakternya masih begitu dipengaruhi oleh gaya nama-nama orang Jepang dan bangunannya juga. Pada masa itu, mengikuti karya mangaka Jepang lebih mudah ketimbang mengikuti mangaka dari negara sendiri.

Renungan Malam; Kembalinya Coraline

Halo semua, selamat malam. Hari Senin kembali, tidak terasa. Rasanya baru kemarin aku memasuki akhir pekan, tiba-tiba sudah awal pekan lagi. Untuk yang punya aktivitas, hari Senin bisa jadi awal hari yang begitu berat. Aku tau.

Aku duduk dengan ditemani sepiring pisang goreng hangat buatan ibuku malam ini, atau lebih tepatnya shubuh ini. Aku baru saja terbangun dari ketiduran, dan sekarang mengalami sulit tidur. Berharap besok pagi tidak kesiangan.

Tulisan ini sebenarnya tidak penting, hanya mencoba keyboard lama yang sudah tidak pernah lagi dipakai untuk menulis. Dengan haru aku ingin mengumumkan kalau sekarang Coraline-ku sudah kembali aktif. :')

Sedikit informasi, Coraline adalah laptop lama yang sudah menemaniku semenjak SMA. Ini adalah laptop pertama di rumahku jauh sebelum aku punya Veranda, laptopku yang sekarang. Coraline ini adalah laptop yang sudah cukup tua, bahkan LCD-nya pun tidak putih bersih lagi, tapi sudah berwarna kekuningan, entah karena efek jamur atau apa. Nampaknya nanti aku akan melukpakan warna putih dari monitor ini.

Coraline sudah cukup lama vakum, aku bahkan sempat untuk mencoba menjualnya dalam bentuk laptop rusak dengan harga yang murah, tapi alhamdulillah waktu itu tidak ada yang berminat untuk membelinya, aku bersyukur untuk itu. Masalah utama dari kerusakannya sebenarnya hanya engsel dari monitornya yang patah dan juga hardisknya yang corrupt parah. Tapi beberapa tahun terakhir aku coba untuk iseng-iseng mencari engselnya, ternyata di BukaLapak ada yang menjual. Betapa bahagianya lah aku. Tapi kemudian yang menjadi kendala adalah hardisk. Alhamdulillah kebaikan hati dari yang tersayangku untuk menyumbangkan hardisk lamanya untukku, benar-benar sudah kembali menghidupkan Coraline secara utuh kembali.

Song of the Week: (K)Now_NAME - Morning Glory

Selamat berakhir pekan. Kemarin aku baru saja menulis tentang anime review-nya, dan kali ini aku ingin membahas tentang soundtrack-ya yang aku suka dari anime Sakura Quest.

Banyak anime yang akhirnya aku sukai bermula dari menyukai ending atau openingnya. Yang terkadang memang untuk mencintai sesuatu, minimal kita harus punya 1 hal yang kita suka dari sesuatu yang akan cintai kan? Bagitu juga anime Sakura Quest aku rasa. Hingga akhirnya mengenal lebih jauh dan rasa suka itu akan semakin tumbuh berkembang. Hanya dengan modal 1 rasa suka kecil. Jadi jangan remehkan percikan kecil rasa suka, karena mungkin itu awal mula dari sebuah rasa yang besar (jadi baper gini bahasannya).

Lagu ini bersemangat sekali, aku rasa seperti judulnya ya, Morning Glory, terdengar kaya salam semangat pagi gitu yang biasa dipakai di seminar-seminar untuk menyemangati peserta seminar. Meskipun dalam istilah medis istilah 'morning glory' ini memiliki arti yang berbeda tentunya (jangan cari di Gugel). Oke, langsung saja, kalau kalian belum pernah mendengarkan lagunya, bisa coba dengarkan dulu.

Anime Review: Sakura Quest


Halo, halo, semua, apa kabar?

Setelah cukup lama vakum, aku akan comeback dengan tulisan ini (kaya apa aja). Kali ini adalah sesi anime review. Musim ini aku cukup banyak mengikuti serial anime, tidak seperti sebelum sebelumnya. Musim baru saja berganti, dan aku mau menulis review dari anime yang keluar musim kemarin, salah satu yang menurutku menarik.

Judulnya adalah Sakura Quest. Saat pertamakalinya menyaksikan anime ini, mungkin kalian akan berpikir apa hubungannya dengan judulnya dengan animenya, karena judulnya ini baru keliatan saat sudah mendekati ending. Animenya habis dalam 25 episode dan diproduksi oleh P. A. Works.

Ceritanya tentang Yoshino Koharu, seorang wanita sarjana fresh graduate yang kebingungan mencari pekerjaan di Tokyo yang merupakan impiannya sebagai seorang gadis dari desa terpencil. Bahkan orangtuanya sudah berkali-kali memintanya untuk pulang kampung dan bekerja di kampung halamannya saja. Hingga pada suatu malam Yoshino mendapatkan telpon dari Momonga Promotion yang menawarinya pekerjaan di sebuah desa terpuruk, desa Manoyama, yang mencoba mengembalikan kejayaannya. Dengan tanpa tahu apa yang harus dilakukan karena dia juga sudah mulai kehabisan tabungan, Koharu akhirnya menerima pekerjaan yang pada akhirnya membawanya ke desa juga.

Anime Review: Koe no Katachi (A Silent Voice)


Anime review! Dan kali ini aku membahas anime movie yang baru-baru ini aku saksikan. Film yang bagus dan sudah lama aku nantikan, bahkan saat sebelum aku memasuki masa skripsi. Judulnya Koe no Katachi, atau kalau dalam versi Inggrisnya berjudul A Silent Voice. Anime yang bagus sekali dan sangat sayang kalau kalian lewatkan!

Ceritanya tentang Shoya Ishida yang hidupnya berubah drastis setelah membully seorang anak perempuan tunarungu bernama Shoko Nishimiya semasa SD. Tingkat bully yang dilakukan oleh Shouya sudah sangat kelewatan, sampai keluarga Shoko harus menanggung banyak kerugian dan Shoko pun harus sampai pindah sekolah karena tak tahan lagi.

Sampai saat SMA, Shoya benar-benar menyesali apa yang sudah dilakukannya di masa lalu khususnya saat SD, sampai-sampai dia melakukan percobaan bunuh diri. Namun dia mengurungkan keinginannya tersebut karena pengaruh ibunya dan juga ketidakberaniannya. Dia memutuskan untuk kembali menemui Shoko dan mengembalikan buku Shoko yang pernah terbawa olehnya, dan membuatnya sampai harus mencari alasan lain untuk menemuinya.