Tua Bijaksana


Akhirnya hujan mengguyur kota Samarinda, setelah sekian lama mengalami kemarau yang cukup panjang. Sampai rasanya aku lupa kapan terakhir kali melihat hujan. Haha Baiklah, itu berlebihan. Tapi ini beneran, selain kemarau lama, Samarinda juga belakangan diselimuti oleh asap yang entah darimana asalnya. Awalnya aku mengira asap itu kabut, tapi setelah membaca tajuk berita di Yahoo, ternyata sedang berasap memang.

Aku ingin bercerita sedikit tentang pengalamanku di hari Minggu kemarin. Ada satu kejadian yang membuatku akhirnya berpikir dan sadar kalau aku sering mengalami itu. Apa itu? Yaitu berkumpul dengan orang yang lebih tua dariku. Apa kalian pernah mengalaminya? Saat kalian menjadi orang paling muda sendiri di suatu ruangan. Aku yakin kalian pernah.

Bayangkan saja saat kalian duduk mendengarkan orang satu ruangan membicarakan tentang hal yang mungkin belum pernah kalian alami alias kalian terlalu muda untuk mengalaminya. Itu rasanya canggung banget terkadang, hanya bisa melontarkan senyum aneh, apa lagi kalau mereka bertanya, "iya kan?" Akhirnya cuma bisa meringis sambil bilang, "iya".

Tapi semua orangtua yang aku temui khususnya di sekitar rumahku alhamdulillah semuanya adalah orang yang baik. Karena biasa juga aku terpaksa berkumpul dengan orang-orang tua di acara yang insyaAllah baik. Efek baik yang mereka berikan padaku juga terasa kok, bagaimana kebiasaan mereka untuk menyalami orang yang mereka lewati untuk saling menghormati. Satu hal yang mungkin tidak akan ditemukan di tempat lain selain Indonesia.


Berkumpul bersama orang yang lebih tua terkadang membuatku merasakan bagaimana menjadi tua. Petuah hanya dimiliki para tetua, itu terkadang yang sangat aku nantikan. Walaupun terkadang aku tidak suka karena aku merasa kalau aku ingin bersama orang-orang sebaya agar tidak merasa canggung, tapi terkadang bersama orang-orang tua bisa jadi menyenangkan.

Jadi ingat waktu aku liburan ke Jawa kemarin, aku banyak menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek dari ayahku. Sebelum aku ke sana, ayahku sudah berpesan sih, "nanti kalau kamu di Jawa, pastikan kamu selalu berada di samping kakek dan nenek, temanin aja mereka". Entah apa tujuan ayahku mengatakan itu, tapi setelah menjalani, aku pun jadi tau alasannya. Aku banyak mendapatkan pelajaran hidup dan juga kisah hidup menarik dari mereka berdua (kakek dan nenekku). Liburan yang begitu menyenangkan dan berarti bagiku.

Sekian dulu deh untuk cerita kali ini. Aku bingung bagaimana untuk menutup ini. hehe Pokoknya sampai jumpa lagi deh di postingan berikutnya.

See ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar