Terjebak Hujan

Selamat sore. Aku seperti sudah melupakan banyak hal semenjak mulai memasuki bagian tersulit dari skripsiku. Waktu jadi berlalu begitu cepat tanpa terasa. Aku menulis ini ketika sedang terjebak hujan di kosannya temanku. Berhubung temanku ini cewe dan menurut kode etis yang berlaku di negara ini, jadi aku harus menunggu di luar kosan sambil terkena percikan-percikan hujan. Saat ini pun keyboardku sudah mulai lembab karena basah.

Bodoh sekali rasanya bagaimana tadi aku meninggalkan jas hujanku begitu saja. Seharusnya tadi aku menanyakan pendapat ibuku dulu tentang cuaca, biasanya ibuku benar kalau meramal cuaca. Walaupun terkadang gak masuk akal, tapi biasanya itu benar.

Terjebak hujan sore ini seolah sebagai tanda dari Allah kalau aku disuruh calm down untuk sejenak dan menikmati sore sambil dengarkan merdunya rintik hujan. Yah, harus aku akui, aku sudah lama tidak menikmati hujan seperti hari ini. Aku rasa aku juga merindukan saat-saat seperti ini, saat aku bisa menjadi lebih romantis ketimbang biasanya.


Skripsi benar-benar menyita hidupku. Benar-benar seperti musuh yang aku kalahkan sebelum mendapatkan ketenangan. Yah, aku berharap aku sudah bisa menyelesaikannya akhir minggu ini, jadi aku bisa tenang di hari sisanya.

Benar-benar kurang tidur. Aku merindukan saat aku bisa tidur tanpa beban pikiran apa pun. Atau saat aku menghabiskan hidupku hanya untuk bersenang-senang main game. Apa lagi jika bisa main game rame-rame bersama teman-teman yang lain juga. Tapi nampaknya sekarang ini waktu di mana semua orang menjadi lebih sibuk ketimbang masa mudanya. Lebih tepatnya mungkin sudah tidak ada lagi masa muda, masa mudah sudah berakhir.

Ah, sayang sekali aku menulis ini saat sedang di luar rumah, aku jadi tidak bisa menambahkan gambaranku ke dalam postingan ini. Ya, tidak apa lah, sekali-sekali. Baiklah, hujan sudah mulai reda, nampaknya aku harus segera pulang untuk mendapatkan waktu istirahatku, walaupun sejenak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar