Para Pencari Pembenaran (PPP)


Akhir-akhir ini jadi sering tertawa sendiri saat melihat beberapa postingan di media sosial. Bukan karena postingan-postingan meme yang lucu atau komik strip, tapi postingan dari beberapa orang pencari pembenaran, aku menyebutnya Para Pencari Pembenaran (PPP). Yup, orang-orang yang memutuskan untuk hidup dengan seenaknya seperti yang mereka mau tapi tidak ingin dihakimi oleh hukum masyarakat yang berlaku. Tapi gak masalah kan ya? Karena kebaikan itu seperti kecantikan, sangat relatif. Sesuatu yang baik itu adalah hasil kesepakatan bersama. Dan PPP ini mencoba mempengaruhi banyak orang untuk juga sepakat dengan pendapat yang dia punya. SHAME ON YOU!

Aku yakin ini karena mudahnya sekarang informasi untuk saling bertukar maka kemunculan PPP ini terjadi. Mudah sekali mengirimkan beberapa doktrin-doktrin sesuai dia mau, mempengaruhi orang-orang dengan daya pikir tingkat rendah (alias bego) untuk sepakat dengan kebenaran yang dia mau. Nilai kebenaran pun sekarang menjadi sangat relatif. Orang-orang jadi mudah sekali berpindah hati, orang-orang jadi mudah sekali menghakimi, mudah sekali membenci, mudah sekali menghujat, dan tindakan jahat lainnya. Bagiku orang yang suka menghujat-hujat pihak lain yang tidak sepaham dengannya itu adalah yang paling lemah daya pikirnya. Maksudku, ayolah, berhenti menghujat, kebenaran itu relatif, apa yang kau anggap benar belum tentu juga dianggap benar oleh pihak lain. Jika pada akhirnya saling menghujat, buang-buang waktu aja, tidak akan pernah ada yang menang. Kecuali kalian memang mau menjadi manusia yang ditakdirkan untuk menjadi makhluk yang saling menghancurkan.


Baik, di Indonesia, aku akan memperkecil ruang lingkupnya nih, tidak sedikit juga orang yang menolak 'kebenaran' yang sudah berlaku di negara ini dari awal negara ini merdeka sampai sekarang. Aneh. Anehnya lagi, yang menolak ini adalah orang-orang yang bahkan tidak ada untuk memperjuangkan agar negara ini menjadi merdeka. Kadang gemes juga. Begini lo, maksudku kalau gak ada ikut kerja bangun negara, gak usah banyak koar deh, gak usah banyak protes. Ini seperti lagi kerja kelompok gitu kan? Terus pas tugasnya udah kelar, terus dia ngomong, "Ah, tugasnya jelek, ganti gih." Padahal dia ngerjain tugasnya aja kaga. Kan orang-orang kaya gini kan minta dibakar hidup-hidup (?).

Tulisan ini aku persembahkan dalam rangka Agustus-an, memperingati kemerdekaan bukan berniat menghujat atau menghakimi. Indonesia ini adalah negara demokrasi, itu diterima. Okelah kalau ada beberapa orang ingin menjadikan negara ini khilafah, ada yang mau menjadikan negara ini kebun binatang (bahkan lebih buruk), ada yang mau bikin jadi negara komunis, bahkan aku pribadi pengen negara Indonesia tuh masih dikusai sama kerajaan Majapahit, it's ok. Tapi harus diingat kita tetap satu, semua keinginan itu meleburlah menjadi satu Indonesia. Semuanya berjalan bareng, tanpa ada keinginan untuk lebih mendominasi ketimbang yang lain, atau memaksakan kehendak 1 orang atau 1 pemikiran. Karena negara ini dibentuk dengan banyak sekali perbedaan yang harus disatukan.

OK, terakhir. Untuk PPP, sudahlah, kau itu hidup di Indonesia, patuhilah peraturan yang ada, terimalah 'kebenaran' yang sudah disepakati oleh negara semenjak merdeka. Dengan begitu kedamaian akan nyata. Berhenti mencari pembenaran saat kalian tahu kalian sudah salah dengan tujuan ingin bertindak semena-mena. Kalaupun mau berlaku salah, ya udah, terima konsekuensinya, terima hukumannya, terima akibatnya, gak usah banyak bicara (a.k.a. BACOT).

Itu aja deh. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika tulisan saya ini menyinggung kalian. Aku tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, aku hanya ingin peduli dengan negara ini dan persatuannya. SATU INDONESIA!

DAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar