December 2nd, 2010



Terdiam, hanya bisa diam, dingin menyerang sekujur tubuhku saat mengingat sifatnya dan bagaimana dia sekarang. Benar-benar berbeda dengan yang kukenal. Atau mum Aku jadi merasa bersalah banget atas perubahan sifatnya. Ukh! Males mengingatnya, tapi terkadang masih sering melayang di pikiranku. Apa aku harus menjauhi kisah lama? Tapi aku nggak mau dibilang naif. "Apapun alasannya, itu tetap saja naif." itu yang selalu dikatakan para sahabatku setiap aku lontarkan rencanaku itu.

Jadi apa yang kulakukan dengan masa lalu? Menjadikannya pelajaran? Iya, setelah dijadikan perlajaran, lalu bagaimana dengan kenangannyan? Dibiarkan saja atau dilupakan. Mau dibiarkan aja, menyakitkan. Mau dilupakan, kisah masa lalu itu juga terlalu indah untuk dilupakan. Benar-benar skakmat untukku.

Bisa kubilang, hari ini adalah hari mengingat kamu. Kenapa aku terus saja memikirkanmu. Aku yang seharusnya sudah melangkah dengan lembar baru malah kembali memikirkanmu yang telah menemukan penggantiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar