Tidak Akan Tahu Tanpa Mencoba

Saat aku menulis postingan ini, aku sedang berada di ruang kelas dengan dipenuhi banyak pikiran tentang pelajaran-pelajaran sekolah yang setiap hari menghiasi hari. Untuk yang tidak kuat mental dan tidak terbiasa, pelajaran tambahan saat kelas XII emang terasa sangat menyiksa, seperti yang kualami saat ini. Ha ha
Stres, tertekan, galau, dan semua perasaan tidak menyenangkan lainnya membuatku teringat dengan sebuah kata-kata sederhana yang tertulis di lembar buku, "you'll never know till you have tried." Aku juga jadi teringat kata-kata itu karena jam tambahan Matematika beberapa hari yang lalu. Aku yang pada awalnya patah semangat karena materi fungsi yang sudah banyak aku lupakan dan stres karena guru meminta untuk bergerak saat tidak paham (bergerak saat tidak paham bukanlah kebiasaanku), kemudian frustasi dan hanya bisa melihat hasil kerja dari teman sebangkuku. Namun, satu tindakan iseng kulakukan karena aku yang terdiam kemudian merasa bosan.
Aku mulai mencoba mengerjakan satu soal. Dan saat aku selesai mengerjakannya.. EUREKA!! Aku berhasil menjawabnya dengan benar. Semangat yang awalnya tidak ada pun perlahan tumbuh dan mulai mengerjakan soal yang lainnya, perlahan-perlahan sambil mengingat pelajaran yang telah lama terlewatkan. Ingatan yang dulunya hilang akhirnya pun kembali lagi.
Satu kesimpulan akhirnya bisa aku dapatkan dari kejadian stres dan menyiksa jiwa ini, kalau hanya berfikir aja sambil memikirkan betapa tidak mampunya kita, maka yang kita dapatkan hanyalah rasa putus asa dan tanpa harapan. Tapi setelah mencoba, kita akan tahu bagaimana sebenarnya yang kita pikirkan itu benar atau sepenuhnya salah. Semua yang ada di dunia ini butuh pembuktian, manusia cenderung mencari bukti dan kepastian terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk percaya.
Sama seperti masalah cinta, sekalian saja aku membahasnya. (^^) Saat kita mencintai seseorang yang lebih dari pada kita, maksudnya lebih baik, lebih.. yah pokoknya lebih dah dari kita dari sisi apapun itu. Kita terkadang hanya akan dihantui oleh pikiran kita sendiri. Dan saat sudah galau dan terpuruk karena pikiran sendiri, manusia cenderung akan memutuskan untuk mundur dari cinta yang menjadi targetnya. Percayalah, meski kemungkinannya hanya 1%, kemungkinan sesuatu itu tidak seperti pikiran kita masih tetap ada.
Pokoknya, kita tidak akan tau sebelum mencoba.
(^^)
Ok, mungkin cuma itu yang bisa kutulis kali ini, sampai berjumpa di postingan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar