Kisah Masa SMA: Kelas X-1 2009/2010

Setelah kemarin nostalgia dengan masa MOS, sekarang lanjut nostalgianya menuju kelas X-1, saat resmi menjadi siswa SMAN 8 Samarinda.

 
ini dia orangnya :D (Riki)
Semua berawal tentu saja saat aku pertama kali melangkahkan kaki memasuki kelas X-1, setelah membaca namaku tertera di daftar siswa yang ada di depan pintunya, tepatnya hari Kamis tanggal  16 Juli 2009. Benar-benar tak terasa berlalu, rasanya baru kemarin. Ingat waktu itu pertama kali resmi menjadi siswa SMA Negeri 8 Samarinda dan memakai batik merah resmi SMAPAN poenya. Saat di dalam kelas hal yang pertama yang dilakukan tentu saja mencari tempat duduk. Aku pun mengincar di dekat jendela sebelah kanan kelas mengingat mataku agak gangguan jadi butuh tempat terang dan aku mulai menghitung urutan ke-3 dari kursi yang paling depan. Aku kemudian melangkah ke tempat itu hingga aku melihat seorang pria yang sudah duduk lebih dulu di belakang tempat duduk yang aku incar. Ingat waktu itu aku bertanya padanya, "Depan ini kosong?" sambil gemeteran karena nyeremin banget orangnya, ternyata akhirnya malah dia yang menjadi salah satu sahabatku sampai sekarang.

Irwan
Semua kisah seru di SMAN 8 Samarinda pun bermula saat ini. Aku yang awalnya setengah hati untuk bersekolah di sini akhirnya mulai menikmati suasananya dengan orang-orang yang gokil-gokil. Teman ngobrol pertama di kelas cuma si Irwan yang duduk di sebelahku.

Saat pertama kali pemilihan struktur kelas, ingat waktu itu masih jaim-jaim ngomongnya. Masih ada yang belum kenal dan beberapa orang sudah rame sendiri. Di kelas X-1 waktu itu banyak anak-anak dari SMP 10 yang sudah saling mengenal. Hanya aku dari SMP 3 bersama Mada yang bahkan aku ngak kenal. Tapi rasa asing itu cuma sementara, entah apa yang terjadi aku jadi bisa menyesuaikan diri dengan suasananya dan mulai mengenal orang-orang yang ada.

Kewajiban untuk memeluk sebuah eskul di smapan membuatku sedikit tertekan. Aku yang selama ini ngak pernah ikhlas masuk sebuah ekstrakulikuner terpaksa mulai menyeleksi eskul satu persatu. Awalnya ingin masuk paskibra karena kelihatannya keren banget kalo masuk eskul ini. Baju bakal dipenuhi lambang-lambang entahlah apa itu. Tapi saat bercermin aku sadar itu tak mungkin. Ha ha ha

Abdi
Kemudian aku melirik eskul Mading yang menurutku sesuai ama apa yang aku bisa, menggambar. Namun kemudian sekali lagi down karena aku bahkan ngak tau di mana eskul ini berkumpul. (==") its like   secret organization or something. Hah Akhirnya, pada pencarian terakhir aku melihat sebuah eskul yang menguasai Mushola. Wah, keren tu bisa nguasai satu gedung di smapan, pastinya eskul yang besar, dan itu benar. Yap, itu adalah eskul ROHIS. Awalnya ngak yakin bakal bisa masuk eskul itu apa tidak karena tentunya untuk menguasai Mushola diperlukan sebuah kriteria minimal hapal 1 juz, itu pikiranku. Kemudian ada seorang teman sekelas yang juga ingin masuk eskul ini, orang itu adalah Abdi. Awalnya dia mengajakku untuk masuk eskul kopsis. Wow Satu eskul yang keren juga karena bisa menghasilkan uang. Sambil ngayal aku pulang membawa uang untuk ditunjukkan ke ibuku saat dia mengajakku. Tapi saat melihat semua anggotanya yang ternyata kebanyakan girlis kami pun batalin tuh mau masuk Kopsis. Rohis aja, anggotanya cowo, ya awalnya kupikir hanya cowo anggotanya, ternyata ada girlisnya juga. Dan akhirnya resmilah kami masuk dalam eskul ROHIS saat mengembalikan formulir pendaftaran kepada kak Fahmi.

Aan
Beberapa hari kami mendaftar kemudian bertemu lagi dengan teman sekelas yang juga mendaftar di ROHIS. Seorang anak yang terlihat seperti anak-anak. Dia adalah Aan. Kemudian bertambah lagi saat munculnya Riki. Ingat waktu itu kegiatan pertama di ROHIS, tarbiah. Yang mengajar kami adalah kak Fahmi, dan yang hadir adalah aku, Aan, Riki, dan Abdi. Sepi? Yap, terasa sepi sekali, sampai kami bisa jelas sekali mendengarkan kak Fahmi. Lil' bit quite, too quite.


Ok, beralih dari kisah tentang eskul, kembali ke kelas X-1! Saat pemilihan struktur kelas waktu itu yang terpilih menjadi ketua kelas adalah Irwan. Kegiatan di kelas pun mulai berjalan seperti bagaimana kelas seharusnya. Aku ngak ingat apa pelajaran pertama yang masuk di kelas saat itu.

tante Enggar
Om Rizky
Waktu berlalu dan aku mulai banyak kenal. Pertama orang yang di belakangku tadi, orangnya yang terlihat menyeramkan namun ternyata ramah, si Riki. Kemudian ada si Abdi teman seperjuangan dalam mencari eskul, dan ada Irwan sebagai teman sebangku. Aku juga jadi kenal dengan seorang wanita yang duduk di depanku waktu itu. Seorang wanita jahil yang suka nyoretin bukuku dan nyobekin pelapis mejaku. (==") Wanita itu adalah Enggar. Yap, setidaknya ada yang bisa diajak ngobrol di kelas waktu itu. Tapi kegilaan belum mulai saat itu. Kegilaan di kelas X-1 angkatan 2009/2010 bermula saat Om Rizky pindah ke sebelahku.

Bersambung..............................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar