Efek Ayam Pada Wajah Pendidikan Nasional

Selamat hari pendidikan nasional semua!
Aku sangat, sangat, sangat, sangaaaat, sangat, sangat berharap sekali pendidikan di Indonesia akan semakin membaik ke depannya. Aamiin ya rabbal 'alamin!

Berhubung dengan hari pendidikan hari ini, saat sedang keluar rumah hari ini aku melihat salah satu hal menyedihkan dari wajah pendidikan Indonesia. Saat di jalan, aku melihat seorang anak SD, perempuan, berboncengan dengan temannya. Hm, itu mungkin hal biasa sekarang (melihat anak SD udah bisa boncengan motor berdua), tapi ada satu hal yang tidak wajar dimataku, yaitu salah satunya memakai lipstik. Mereka berdua masih mengenangkan seragam sekolah dan masih membawa tasnya, jadi aku rasa mereka baru saja pulang sekolah.

Ya, memang tidak ada buruknya dan tidak ada yang menyalahkan juga sih anak SD udah mulai mengaplikasikan lipstik, tapi demi apa coba? Anak SD? Demi apa?! Alangkah baiknya daripada dia menghabiskan waktu untuk merias wajahnya, dia lebih baik banyak menghabiskan waktu untuk mengisi otaknya. Menurutku SD adalah masa awal yang baik untuk menimba ilmu, karena ilmu yang didapatkan di SD itu bukan sekedar ilmu biasa, menurutku apa yang didapatkan di SD nantinya akan menentukan karakter. Masa SD adalah masa yang membekas banget. Mempersiapkan diri terjun ke dunia labil bernama masa SMP. Tapi walaupun mengeluhkan hal itu di sini juga tidak ada gunanya, kenyataannya bahwa jaman sudah berubah sekarang. Hanya kita generasi muda yang bisa mendidik generasi selanjutnya agar tidak menjadi seperti itu.

Beberapa hari yang lalu aku ada mendapatkan tugas kuliah untuk mencari efek berbahaya dari ayam potong, tipe ayam yang sekarang ini sering sekali dikonsumsi masyarakat. Setelah apa yang aku tulis di atas (tentang anak SD pakai lipstik), apakah kalian tahu apa hubungannya? Ternyata ada hubungannya.


Ayam potong potong alias ayam pendaging alias ayam broiler adalah jenis ayam ras unggul hasil persilangan antara bangsa ayam cornish dari Inggris dengan ayam white play mounth Rock dari Amerika. Seperti namanya, ayam ini memang direkayasa agar berdaging banyak dan dalam industri besar tentunya mengupayakan agar cepat dan instan untuk mendapatkan daging tersebut. Untuk hasil ayam yang bisa instan berdaging itulah kemudian disuntikkan hormon kepada ayam tersebut agar subur (growth promotor). Salah satu hormon yang sering digunakan dalam industri per-ayam-an adalah hormon esterogen. Kalian tahu hormon esterogen kan? Para kaum hawa tentunya sudah tidak asing dengan efek hormon satu ini di dalam tubuh mereka. Hormon ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan dan juga meningkatkan nafsu makan. Aku akan mengutip kata "mempercepat pertumbuhan" di sini.

Nah, ayam yang telah disuntikkan hormon esterogen dan terdapat esterogen di dalam tubuhnya ini kemudian dikonsumsi oleh manusia. Karena esterogen ini banyaknya menghiasi dalam tubuh wanita, tentu saja kemudian terakumulasi dan mempercepat pertumbuhannya. Itulah sebabnya salah satu dari bahaya ayam potong bagi kaum adalah bisa menyebabkan seorang wanita lebih cepat dewasa dari seharusnya. Mungkin ini fenomena yang banyak bisa kita lihat sekarang, di mana anak-anak perempuan usia dini sudah berpenampilan di atas umurnya.

Menurut opiniku juga masa SD mah gak usah cantik-cantik amat juga tidak masalah. Karena terkadang cantik saat SD itu akan membuat konsentrasi terganggu. Kenapa? Yailah terganggu, pasti banyak lelaki hidung warna-warni di luar sana yang akan gencar mendekati. Berlaku juga untuk anak laki-laki sih. Jadi berpenampilan keren sih menurutku nanti aja pas udah siap menikah. Yang setuju angkat tangannyaaa~

Kesimpulan, makanlah ayam secukupnya aja, sewajarnya. Tidak perlu banyak-banyak, yah, 2 sendok lah sehari. Hahaha Tidak, becanda.  Tahu tidak mengapa Allah tidak suka sesuatu yang berlebihan? Ya, ini sudah salah satu alasannya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, aku rasa kita semua sepakat soal ini. Bagi para orangtua dan calon orangtua, jangan banyak-banyak kasi makan anak gadisnya ayam potong, biar gak puber prematur anaknya.

Ah—tanpa terasa sekarang sudah memasuki bulan yang baru. Bulan April pun berlalu begitu saja, aku bahkan tidak bisa begitu mengingat kejadian seru apa saja yang aku alami sepanjang bulan kemarin.

Baiklah, sudah malam, aku sebaiknya mengistirahatkan mataku. Sampai jumpa lagi.

2 komentar:

  1. Hahah. Banyak hal yg aku setuju dri tulisan mu ini. Karena aku akan jadi calon orang tua juga. Jadi akan selektif sama makanan yg anak ku nanti makan. Makasih banyak info nya yaa andi tri saputra.

    BalasHapus
  2. Iya, sami-sami, Mifta Churohma.. :-)
    Cieh, sudah siap jadi ibu rumah tangga nih.. Hehe

    BalasHapus