Anime Review : Glasslip



Selamat liburan bagi kalian semua yang sekarang sedang menjalani liburan mengingat sekarang sudah memasuki akhir tahun dan juga minggu natal. Hari ini aku mau menulis anime review lagi. Sebenarnya aku sudah lama sekali menyelesaikan anime ini untuk disaksikan, tapi baru kesampaian untuk menulis reviewnya sekarang.


Judulnya adalah Glasslip (グラスリップ). Tayang perdana pada 3 Juli 2014, diproduksi di studio P.A.Works dan disutradarai oleh Junji Nishimura. Jumlah keseluruhan episodenya ada 13 episode, cukup singkat. Genrenya ada drama, romance dan slice of life. Sebelum membaca lebih lanjut tentang review-nya, kalian bisa saksikan dulu trailer-nya.




Ceritanya adalah tentang Tooko Fukami (深水 透子), seorang gadis 18 tahun, anak seorang pengerajin kaca di prefektur Fukui. Sering membantu orangtuanya bekerja membuat Tooko jadi ahli juga dalam kerajinan kaca, menjadikan itu kegiatan sehari-harinya. Tooko juga bermimpi untuk menjadi seorang pengerajin kaca profesional.

Tooko memiliki 4 orang teman dekat, antara lain : Yanagi Takayama (高山 やなぎ), Yukinari Imi (井美 雪哉), Sachi Nagamiya (永宮 幸), dan Hiro Shirosaki (白崎 祐). Mereka banyak menghabiskan waktu bersama dan di saat senggang biasanya menghabiskan waktu di cafe Kazemichi miliki keluarga Hiro.

Cerita anime ini berawal ketika acara pesta kembang api di musim panas seperti yang biasa orang Jepang lakukan. Tooko, Yanagi, Yukinari dan Hiro juga tidak ingin ketinggalan dengan acara tersebut, namun Sachi tidak ikut karena dia memiliki fisik yang lemah jadi tidak bisa banyak bergerak. Saat itu Tooko lebih banyak bersama dengan Yanagi untuk main permainan khas festival. Hingga akhirnya mereka berhasil memenangkan sebuah kacamata 4 dimensi yang saat Tooko pakai dia seperti bisa melihat sesuatu pancaran yang luar biasa. Awalnya Tooko tidak menggubris itu dan menganggap kejadian itu hanyalah kebetulan.

Anggapan Tooko berubah saat bertemu dengan seorang murid pindahan yang satu angkatan dengannya di kelas 3 SMA bernama Kakeru Okikura (沖倉 駆).  Kakeru adalah anak berumur 18 tahun juga. Putra satu-satunya dari seorang pianis wanita terkenal, Miwako Okikura. Kakeru adalah seorang anak laki-laki introvert yang suka menghabiskan waktu sendiri menikmati alam. Begitu sukanya dia sama alam sampai tidur pun dia di halaman rumahnya menggunakan tenda. Orangtuanya pun merasa kalau Kakeru tumbuh menjadi anak yang aneh, padahal dulunya dia adalah anak mami, tapi semenjak ibunya sibuk dengan semua recitalnya jadi tidak bisa banyak habiskan waktu bersamanya. Karena terlalu sering sendiri sehingga dia punya banyak teman imajinasi, atau sisi lain dari dirinya sendiri yang biasa dia ajak bicara ketika hanya sendiri.


Kakeru datang ke hidup Tooko dengan mengatakan kalau dia juga bisa melihat apa yang Tooko lihat dibalik kaca. Hal itu tentu membuat Tooko terkejut sekaligus juga semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya dia lihat. Mereka semakin dekat karena hal itu. Kakeru pun berasumsi kalau mungkin saja itu adalah ramalan masa depan. Namun berbeda dengan Tooko yang bisa melihat suatu pandangan jika melihat kaca, Kekaru bisa mendengarkan sesuatu suara yang awalnya dia rasa dari masa depan. Sebelum bertemu Tooko pun Kakeru sudah pernah mendengaran suara Tooko di dalam kepalanya.

Sepanjang anime ini berjalanan anime ini pun adalah tentang bagaimana mereka mencari jawaban tentang apa yang sebenarnya mereka alami. Kepercayaan bahwa yang mereka liat dan dengar itu adalah pandangan masa depan, membuat awalnya mereka seorang meramal masa depan. Namun semakin lama apa yang dilihat Tooko tidak berhubungan sama sekali sama depan, membuat asumsi awal mereka semakin melemah, jadi tidak relevan lagi dan jadi semakin aneh.


Kedekatan Tooko dengan Kakeru itu ternyata tidak disambut baik oleh teman-teman Tooko. Mereka merasa kalau Tooko jadi berubah semenjak dekat dan sering menghabiskan waktu bersama Kakeru. Pertemanan mereka pun akhirnya menjadi semakin runyam dan jadi semakin jarang berkumpul bersama di cafe Kazemichi lagi. Semuanya jadi sibuk masing-masing dengan mimpinya mengingat mereka juga sudah kelas 3 SMA, saatnya untuk memutuskan ingin menjadi apa di masa depan. Namun beberapa dari mereka masih sering bertemu secara berpasang pasangan, tidak terkumpul semua, seperti Yanagi bersama Yukinari, kemudian ada Sachi bersama Hiro, bergelut bersama masalah masing-masing.

Kisah romance di anime dibuat ramai dengan cinta segi banyak. Untuk lebih jelasnya aku buat menjadi bagan seperti di bawah ini.


Apa kalian menyadari keanehan di sana? (Kalo gak liat, coba deh perhatikan lagi)
Yup, Sachi mencintai Tooko! Haha Aneh ya. Tapi ini awalnya aja. Perasaan yang aneh memang. Bahkan sampai Sachi tidak menyadari kalau Hiro menyukainya gara-gara terlalu banyak mikirin Tooko. Namun pada akhirnya Sachi membuka hatinya untuk Hiro. Untuk Yukinari, ya dia mencintai Tooko dan di episode awal-awal dia sudah menyatakan perasaannya bahkan diintip oleh Yanagi yang sebenarnya menyukai Yukinari saudara tirinya sendiri (incest detect~). Tooko sebenarnya awalnya yang tidak terlibat dalam lingkaran cinta ini, dia juga bukan orang yang peka dengan hal seperti ini. Namun akhirnya Tooko malah naksir dengan Kakeru dan Kakeru juga nampaknya demikian. Semuanya aku rasa disahkan dengan kejadian ini...


Yup. That's it.

Untuk ending anime ini, sebenarnya aku masih bingung kadang kalau mikirin bagaimana anime ini berakhir. Di ending diperlihat dunia pararel dalam pandangannya Tooko. Dalam dunia pararel itu, Tooko adalah murid pindahannya. Pokoknya aneh dan memusingkan. Aku pikir produsernya juga bingung nih mau kasih endingnya gimana. HAHA


Tapi untuk ceritanya aku rasa sudah cukup, karena jelas semua. Tooko akhirnya bersama Kakeru, bahkan keluarga mereka sudah saling bertemu. Kemudian Hiro juga sudah dekat dengan Sachi dan sudah bertemu orangtuanya juga, sedangkan Yukinari dan Yanagi pun melanjutkan hubungan persaudaraan mereka yang aneh dan penuh cinta. Tooko dan Kakeru juga sudah fix mengambil kesimpulan tentang apa yang mereka dengan dan lihat, sesuatu yang awalnya dikira gambaran masa depan ternyata hanya sebuah visi acak yang tidak berarti banyak di kehidupan mereka.

Itu dia sedikit tentang ceritanya. Sekarang mari membahas animenya. Baiklah, jujur saja aku merasa kebanyakan orang pasti akan bosan ketika menyaksikan anime ini. Memang tidak terlalu menarik sih kalau tidak mendapatkan feel-nya. Kisah cintanya juga mungkin klise banget, tidak begitu spesial. Yang unik yah yang kisah incest Yanagi x Yukinari, meski mereka memang bukan saudara kandung sih.

Tapi kalau pendapatku pribadi, aku menikmati anime ini. Ceritanya cukup bikin penesaran, khususnya tentang misteri sebenarnya apa yang Tooko lihat dan apa yang Kakeru dengar, yang sampai ending juga tidak begitu dijelaskan secara detail. Gambarnya juga enak untuk dipandang, gemerlapnya bagus. Ada penampilan ayam juga di anime ini mengingatkanku akan anime True Tears.


Untuk lagu yang digunakan di anime ini, aku suka banget lagu openingnya. Malah mungkin lagu opening-nya inilah awal mula mengapa otakku memutuskan untuk menyukainya. Aku punya kepercayaan aneh bahwa soundtrack suatu anime itu menggambarkan animenya. Lagu opening-nya kan dibawakan oleh mba Choucho yang juga terkenal saat mengisi soundtrack anime Hyoka. Mendengar suaranya sekali lagi di anime ini membuatku berpikir mungkin saja anime ini akan sama seperti Hyoka feel-nya. Untuk musik latarnya aku tidak begitu suka.

Baiklah, mungkin itu aja yang bisa aku tuliskan untuk anime ini. Sekali lagi aku menyelesaikan anime yang bisa dibilang berepisode pendek. Aku memang suka anime dengan episode tidak terlalu banyak jadi merakyat alias mudah untuk didapatkan meskipun harus men-download-nya sendiri.

Ini ada beberapa gambar dari animenya...






Sekian, terima kasih sudah berkenan membaca. Sampai jumpa di anime review berikutnya!
Cheerio!!!

8 komentar:

  1. SAYA TOTAL NGGAK NGERTI ANIME INI SUMPAH #napsu #dilempar
    Padahal ngikutinnya dulu pas ongoing, mungkin bisa ngerti kalo pelan"... tapi nggak ngerti juga.

    Analoginya ini kayak seni" kontemporer, kelewat abstrak kalo sekedar ditonton. Simbolismenya banyak, mulai dari ayam, perilakunya Kakeru yang doyan ke alam bebas, kekuatannya Touko yang bisa ngeliat ke depan... kemungkinan semuanya itu semacem cipher yang harus dipecahin penontonnya buat ngerti secara dalam.

    Tapi sayangnya, genre kayak gini nggak memancing saya buat mikir, makanya jadi ngerasa bego nonton ini karena switch mikirnya gak bisa nyala (=__=)"

    BalasHapus
    Balasan
    1. komentarnya dalem sekali dan saya totally agree with that. yah, pahami apa yang bisa dipahami aja, itulah yang juga aku coba tuliskan di sini. males mikir juga.

      Hapus
  2. true endingnya ketika touko dan kakeru ngelempar bola2 kaca itu, dan setelahnya bayangan masa depanya touko (berjalan menuju sekolah dan ngeliat ke langit) ##///ivarb21

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan yg paling membuat saya bingung,adalah suara kakeru yg memanggil touko diakhir episode

      Hapus
    2. itu tuh si touko lgi berhayal (logikanya si touko lgi memejamkan mata kemudian berkhayal) di terjadilah bayangan ia menuju skolah, dan si kakeru memanggilnya dengan maksud membuatnya sadar/berhenti berkhayal {kyk gitu sih kemungkinan yg masuk akal bagi saya}

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus