Hasil Latihanku Beberapa Bulan Ini

Selamat malam! Atau mungkin harus aku bilang selamat shubuh!!
Ya, malam ini aku belum ada terlelap sedikit pun. Padahal tadi niatnya pengen tidur cepat, namun nampaknya keinginan untuk tidur kalah dengan ambisi yang aku miliki di dalam diri, ambisi untuk melakukan sesuatu yang berguna tentunya, bukan berdiam diri.

Malam ini aku pun memutuskan untuk belajar gitar sambil menyaksikan pertandingan klub andalanku di TV. Beberapa bulan terakhir ini aku sedang ngebet banget untuk bisa bermain gitar. Hal yang mendorongku untuk belajar pada awalnya setelah melihat grup band Silent Siren. Itu loh, grup band yang beranggotakan 4 orang cewe cantik mantan model majalah fashion. Melihat band itu membuatku malu, kenapa? Aku merasa hina aja sampai kalah sama cewe-cewe imut kaya mereka yang jago mainin alat musik masing-masing, khususnya gitarisnya yang lumayan jago menurutku, musik mereka pun asik, apa lagi kalau lagunya diputar pake earphone gitu, beeeh... membuat bulu kuduk berdiri.

Dengan berbekal pikiran bahwa aku ingin menyelamatkan semua harga diriku sebagai lelaki yang masih tersisa setelah diinjak-injak oleh Silent Siren, aku pun jadi bersemangat di setiap latihannya. Bahkan aku mengabaikan rasa sakit yang aku rasakan di tiap ujung jari tangan kiriku. Bahkan saat menulis ini, rasanya aku masih bisa merasa sedikit rasa sakitnya, tapi sekarang sudah berkurang sakitnya karena tanganku mulai kapalan.

Malam ini pun aku terinspirasi oleh seorang temen dekat yang kebetulan sedang mainin gitar di rumahku. Dia punya kebiasaan untuk tes nada di depanku, karena aku memiliki sensifitas yang cukup baik untuk nada. Jadi kerjaanku biasanya hanya sebatas mengomentari setiap bunyi yang keluar dari permainannya.

Tidak seperti biasanya yang biasanya aku langsung menyerah saat melihat temanku itu bermain, tapi tadi rasanya aku juga jadi bertekat untuk bisa memainkan lagunya. Lagunya adalah lagu dari band Cassandra yang judulnya Cinta Terbaik. Aku memang suka dengan lagu itu, satu lagu yang dulu sering aku dengar di PC berulang-ulang sampai eneg. Melow-melow asik, membuat lagu Cassandra itu enak dan feels right banget untuk didengarkan. Alangkah terkejutnya aku, ternyata keisenganku untuk mencoba memainkan melodi awalnya berbuah manis, aku pun jadi bisa memainkannya, lumayan lah, walaupun masih kurang cepat.

Coba deh dengarkan hasil belajarku selama ini lagu satu ini...

Song of the Week : 昆夏美 (Natsumi Kon) - 虹のかけら (Niji no Kakera)


Selamat malam. Lama tidak menulis di malam hari. Itu mungkin karena setiap malam biasanya saja ada saja jadwal yang menghalangiku untuk menulis, merepotkan. Tapi hidup kan cuman sekali, tidak ada waktu untuk menyesal karena setiap detiknya menyenangkan.

mba Natsumi
Pada song of the week kali ini aku mau membahas tentang satu lagu yang menjadi soundtrack dari anime yang akhir-akhir sedang aku ikutin. Animenya adalah Isshuukan Friends. Anime yang cukup menyentuh dan sarat akan pesan pertemanan, bagus sekali, menginspirasi. Sampai aku menulis postingan ini, aku baru nonton sampai episode 4 dan aku bersemangat untuk mengetahui bagaimana ceritanya akan berakhir nanti. Jadwal anime review berikutnya.

Ehem. Lagu ini menjadi opening dari anime tersebut, judulnya adalah  虹のかけら (Niji no Kakera), atau kalau dalam bahasa Indonesia artinya 'kepingan pelangi'. Judulnya aja udah keren banget ya. Dinyanyikan oleh mba Natsumi Kon yang cantik. Btw, wajahnya mba Natsumi nih mirip deh sama tetanggaku (apaan). HAHA Untuk kalian yang belum pernah mendengarkan lagunya, coba dengerin di video di bawah ini. Enjoy!

Art of the Day : A Wonderful Night


Saatnya untuk karya. Kali ini aku mau posting karya lamaku. Karya yang aku buat kira-kira 6 tahun yang lalu. Ini adalah lukisan cat minyak pertamaku dan satu-satunya yang pernah aku buat. Benar-benar setelah karya ini, aku tidak ada membuat karya cat minyak lagi sampai sekarang. Terkadang ada sih keinginan untuk membuat lagi, tapi inspirasi belum datang menghampiriku, inspirasi yang begitu kuat sama seperti saat aku membuat lukisan ini.

Lukisan ini adalah tentang sepasang kekasih yang begitu menikmati malam. Lukisan yang dulu aku buat untuk menyelesaikan tugas kesenianku di SMA ini, pernah mengundang banyak pertanyaan khususnya tentang pasangan yang berada di dalam lukisan.

Ya, lukisan ini memang tentang kisah cinta. Dua orang insan yang begitu menikmati saat malam bersama dengan gemerlap yang ada di langit. Banyak menghabiskan waktu bersama di bawah indahnya langit malam bersama, mengobrol tanpa menyadari berapa lama waktu berlalu.

Anime Review : Chihayafuru


Anime review, anime review, sekarang saatnya anime review. Ini adalah anime review pertama di tahun 2016 ini. Aku baru saja menyelesaikan menyaksikan season 2-nya tepat hari ini. Mumpung masih begitu bersemangat dengan animenya, jadi sebaiknya aku langsung tulis saja sebelum semangat itu hilang.

Anime yang ingin aku review kali ini berjudul Chihayafuru. Sebuah anime yang diangkat dari manga karya mba Yuki Suetsugu dengan judul yang sama. Manganya terbit pertama kali pada tanggal 28 December 2007, kemudian 4 tahun kemudian tepatnya tanggal 4 October 2011 baru versi animenya tayang untuk pertama kali.

Ceritanya adalah tentang Chihaya Ayase, seorang wanita yang akhirnya jatuh cinta dengan permainan karuta setelah kenal dengan seorang bocah pendiam berlogat lucu bernama Arata Wataya. Chihaya adalah seorang wanita cantik bertubuh semampai yang awalnya hidup untuk terus mengagumi kakak perempuannya yang seorang model. Mimpi itu kemudian berubah setelah dia mengenal permainan karuta. Karuta adalah game kartu puisi Jepang. Aku agak sulit menjelaskannya karena aku juga masih kurang paham bahkan setelah menyaksikan animenya karena ya ini adalah sastra Jepang dan aku bukanlah orang yang fasih bahasa Jepang.

Oke, sebelumnya aku ingin menceritakan bagaimana akhirnya Chihaya bisa menyukai Karuta. Semasa masih di sekolah dasarnya di Tokyo, Chihaya kenal dengan seorang murid pindahan dari daerah Fukui pendiam bernama Arata. Sebenarnya Arata tidak pendiam, tapi dia hanya tidak ingin bicara untuk dihina. Teman-teman sekelasnya suka mengolok-olok logat Fukuinya yang terdengar lucu. Tapi Chihaya membela Arata bahkan ketidak yang mengolok-olok itu adalah teman dekatnya bernama Taichi Mashima. Mengetahui Chihaya jadi dekat dengan Arata membuat Taichi geram, karena diam-diam Taichi memendam perasaan terhadap Chihaya. Suatu hari Chihaya mengikuti Arata ke apartemennya yang sederhana. Di sana Chihaya melihat ada tumpukan kartu Karuta, awalnya Chihaya hanya menceritakan kalau di sekolah kadang diadakan pertandingan karuta dan dia mengikutinya. Mendengar kalau Chihaya bisa bermain karuta langsung membuat Arata bersemangat untuk mengajak Chihaya bertanding.

Song of the Week : Olly Murs - Up (ft. Demi Lovato)


Baiklah, aku akan mengawali comeback blog tuaku ini dengan sesi Song of the Week. Adalah sebuah hal yang membahagiakan bagiku bisa melihat 2 penyanyi favoritku melakukan kolaborasi, itu keren banget. Dan kali ini kolaborasi antara olly Murs dan juga mba Demi Lovato. Aku lebih dulu menyukai Demi Lovato semasa SMP lewat lagu duetnya bersama Selena Gomez yang One and the Same, dan juga lagunya yang Lala Land, sedangkan Olly Murs aku baru aja sukanya lewat lagunya Troublemaker yang bareng om Flo Rida.

Lagu ini sebenarnya sudah cukup lama, tapi aku baru mendengarkannya setelah kemarin iseng-iseng menyaksikan acara di MTV tentang kolaborasi terbaik gitu dan saat pertama kali mendengarkannya aku jatuh cinta. Kemudian mendalami liriknya dan aku juga suka dengan makna yang terkandung di dalam lagunya, mengibaratkan perjuangan cinta seperti sebuah pesawat yang sedang mencoba untuk terbang ke langit, so sweet. Satu lagi lagu cinta yang bagus untuk dipersembahkan untuk orang terkasih.

Kalau kalian juga tidak pernah mendengarkan lagu ini seperti yang terjadi padaku di tahun kemarin, padahal lagu ini keluarnya di tahun 2014, coba deh dengarkan di bawah ini.

Malam Minggu Bersama Modem Baru di Tahun yang Baru


HAAAH, lama sekali tidak menulis blog. Aku pun menelantarkan jadwal tayang Tom and Jerry seperti yang aku janjikan, aku minta maaf. Beberapa kesibukan akhir semester benar-benar sudah menyita waktuku, begitupun rasa malas selalu menahanku untuk tetap melekat pada guling kesayanganku.

Malam ini aku langsung menulis postingan berhubung sedang mencoba modem baru yang aku beli tadi sore. Bukan karena aku sombong atau kelebihan uang maka memutuskan ganti modem, tapi modem lamaku baru saja dirusakkan oleh adikku yang baik hatinya. Bencana berawal saat dia menggunakan mini SIM card untuk modem yang mayoritas masih menggunakan SIM ukuran jumbo. Tapi sudahlah, seperti kata seorang sahabatku, "kalau tidak ada yang rusak maka tidak ada yang baru". Aku bersyukur untuk itu karena sekarang aku jadi bisa memiliki modem dengan kemampuan 4G LTE. Meskipun tentunya di Samarinda jaringannya belum ada. (Ok, mengheningkan ciptaaaa... dimulai)

Suatu impian yang menjadi nyata akhirnya aku bisa memiliki modem dengan bentuk yang membentuk sudut 90 derajat. Dulu aku pernah nonton film RV yang dibintangi oleh almarhum om Robin Williams, di situ dia menggunakan modem dengan sudut 90 derajat juga. Aku ingat saat melihat itu aku masih SMA dan saat itu aku berpikir, "WOW! I want that one too!". Alhamdulillah, setelah 6 tahun akhirnya aku memilikinya. (Sujud syukur)