No Idea


Ternyata tidak seperti yang dulu aku bayangkan ketika belum menjadi mahasiswa dan melihat bagaimana kakakku mengerjakan skripsi. Nyatanya mengerjakan skripsi tidak semudah yang bisa aku bayangkan maupun yang aku lihat. Bahkan untuk mencari judul saja harus menghabiskan waktu sampai berbulan-bulan untuk bisa disetujui, berat. Tapi aku rasa disitulah bagian serunya dari kisah kuliah, setelah selama ini yang aku lakukan hanyalah banyak santai selama kuliah. Tidak benar-benar menjalani kuliah layaknya seorang mahasiswa aktivis gitu.

Sekarang pun aku masih terjebak dijudul yang akhirnya harus aku pilih bukan karena keinginan tapi karena keadaan terdesak kebutuhan. Terkadang aneh melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan. Begitulah kehidupan, terkadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita rencanakan, itu sudah biasa, aku pun tidak akan mengeluhkan itu dan mencoba untuk menghibur diriku sendiri saat ini.

Sepertinya mulai sekarang aku harus membiasakan diri untuk menambahkan tanda tangan untuk setiap karya gambar yang aku buat, contohnya gambar di atas. Karena terkadang orang lain tidak percaya kalau aku juga punya kemampuan menggambar, atau mungkin yang lebih buruk, seseorang bisa saja mengakui karyaku sebagai karyanya, itu akan memalukan (bagi orang yang mengakui itu, cih).


Apa yang akan kalian lakukan ketika kehabisan ide? Aku rasa ide akan mulai habis ketika kita merasa bosan. Itu yang mungkin bisa aku simpulkan sampai saat ini aku stuck dengan skripsiku. Jadi menurutku daripada memaksakan diri untuk mencari ide, alangkah lebih baik jika mengatasi kebosanannya aja. Salah satu yang biasa aku lakukan adalah meluapkan apa yang aku rasakan pada sebuah karya (kebanyakan sih gambar).

Dalam rangka menyingkirkan kebosanan, akhir-akhir ini juga aku menyeringkan diri untuk mendengarkan radio lokal, tidak buruk juga. Berbeda saat mendengarkan lagu yang kita punya sendiri di dalam disk, mendengarkan lagu melalui radio seperti memberikan warna baru, karena lagu yang diputar mungkin saja lagu yang tidak miliki sebelumnya. Selain itu melalui radio juga kita bisa mendengarkan beberapa suara lokal, misalnya keluhan-keluhan warga kota maupun juga curhatan alai mereka. Aku pun mulai menyukainya. Alhasil sekarang wawasanku tentang musik jadi kembali bertambah seperti saat aku masih SMP dulu, saat itu aku benar-benar gila dengan musik walaupun pada akhirnya itu tidak menenggelamku dalam dunia musik, hanya menikmati untuk mengisi hari-hari suram.

Saat sudah benar-benar bosan maksimal, aku mungkin akan bermain game. Yap, solusi untuk banyak masalah kebosanan. Meskipun saat dewasa mungkin daya tarik terhadap game akan menurun, tapi itu akan seru saat memainkan gamenya bersama dengan teman lama, itu seperti kembali muda dan tenggelam dalam nostalgia gemerlap masa muda. Ini sulit dilakukan, karena teman-teman yang bisa diajak bermain game sudah mulai berkurang karena kesibukan.

Haha
Postingan curahan hati ini pun pada akhirnya menjadi postingan tips. Baiklah, untuk melengkapinya, terakhir.. untuk menghilangkan kebosanan adalah dengan menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kau suka. Meskipun hanya sekedar nyampah bersama, melakukan kegiatan fisik seperti olahraga maupun saling bicara tentang hidup masing-masing tanpa arah yang jelas. Aku merasa itu efektif untuk menghilangkan kebosanan. Bahasan yang biasa menghilangkan rasa bosan adalah bahasan tentang 'cinta'. Satu hal itu, walaupun hanya dalam bentuk cerita, entah mengapa begitu menyenangkan, hampir selalu.

Sekian dulu deh untuk kali ini, aku mau lanjut bergulat dengan skripsiku. Sampai jumpa lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar