LONELINESS: Sesuatu Yang Akhirnya Aku Pahami


Karyaku dari beberapa hari yang lalu. Aku memberinya judul "Loneliness". Makna dari sebuah kesendian yang akhirnya aku pahami. Ya, ternyata kesendirian itu bukanlah tentang seberapa banyak orang yang berada di dekatmu, Bahkan di tengah keramaian pun kamu bisa merasakan apa itu sepi.

Ini menjawab bagaimana dulu meskipun aku suka sekali menghabiskan waktuku sendiri tapi aku tidak begitu merasa kesepian, karena kesepian sebenarnya bukan tentang orang lain, tapi tentang diri kita sendiri. Tentang bagaimana diri kita ingin dapat diterima secara sosial. Kesepian juga tentang harapan yang tidak tercapai, harapan untuk didengarkan, harapan untuk diterima, harapan untuk dimengerti. Semakin besar harapan itu terhadap kehidupan bersosial dan jika kehidupan sosial tidak memberikannya maka kemungkinan seseorang akan merasa kesepian.


Jadi cara terbaik untuk mengatasi kesepian menurutku adalah dengan sedikit berharap kepada orang lain agar kita bisa dimengerti atau diterima. Kehidupan kadang terasa kejam ketika kamu terlalu banyak mengharapkan sikap baik orang lain terhadapmu karena sekarang ini manusia sudah sama dengan bagaimana mereka berpuluh tahun yang lalu. Rasa egois untuk bisa selamatkan diri sendiri menjadi salah satu sifat paling umum yang kita bisa ditemukan di masyarakat sekarang ini.

Dari gambarku di atas juga menggambarkan bahwa sebenarnya ada satu orang yang begitu mengerti kamu tapi memilih untuk diam karena jarak. Satu orang ini bisa saja selamatkanmu dari rasa sepi, tapi posisi yang tidak menguntungkan baginya dan juga jika seseorang yang merasa sepi tidak berharap kepadanya. Penting untuk menjadi orang yang tidak begitu pemilih dan menghargai seseorang yang peduli denganmu. Tidak perlu banyak, minimal kamu hanya membutuhkan 1 orang yang bisa mengerti keadaanmu, aku rasa itu sudah lebih dari cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar