Anime Review: Tsuki ga Kirei


Setelah sekian lama merindu akan anime romance sederhana, akhirnya terbitlah anime ini, anime kehidupan biasa yang ringan tapi manis. Judulnya Tsuki ga Kirei (月がきれい, bulan yang indah). Sebuah anime produksi dari Feel, sebuah perusahan produksi anime asal Jepang.

Suka sekali dengan anime sejenis, karena tidak membutuhkan banyak mikir untuk menikmatinya, namun bisa mesem mesem sendiri karena beberapa momen mengingatkan akan naifnya masa lalu kita. Ceritanya benar-benar jujur apa adanya seperti kehidupan anak SMP pada umumnya.

Anime ini bercerita tentang hubungan Kotaro Azumi dan Akane Mizuno yang kenal dekat setelah mereka bisa sekelas di tahun akhir mereka SMP. Pada awalnya mereka benar-benar tidak kenal satu sama lain hingga akhirnya saat pesta olahraga sekolah mereka dipertemukan kemudian saling tukar ID LINE dan menjadi dekat.


Kisah mereka pun mulai terjalin dari media sosial tersebut. Benar-benar seperti pola percintaan masa kini, yang berawal dari media sosial. Tidak heran sih, mengingat bagaimana juga orang Asia itu pada umumnya pemalu dengan perasaannya, jadi media sosial menjadi pengenyamping itu.


Selang beberapa waktu mereka bersama dan sering chat bareng, akhirnya mereka ketemuan dan Azumi pun ungkapkan perasaannya kepada Akane. Akane menerimanya, mereka pun pacaran. Hanya dalam waktu singkat, hubungan mereka sudah menjadi buah bibir banyak orang di sekolah. Aku rasa ini menggambarkan betapa mengerikannya jaman sekarang, dimana privasi menjadi konsumsi publik. Itu membuat mereka berdua yang notabene-nya masih seperti cinta monyet, di sekolah pun mereka tidak ada bertegur sapa, seperti cinta dalam diam ala ala gitu.


Hubungan malu-malu kucing mereka mendapatkan cobaan dari orang-orang terdekat mereka sendiri. Pertama Azumi yang juga ditaksir oleh sahabat Akane sendiri yaitu Chinatsu Nishio, sedangkan Akane ditaksir sama teman satu klubnya, Takumi Hira. Beberapa kali pun hubungan mereka coba untuk ditikung, khususnya oleh Chinatsu yang tikungannya tajam banget. Ini nih bagian serunya anime ini.


Anime menggambarkan cinta masa muda dengan baik sekali dan apa adanya. Suka sekali. Seperti bagian saat Azumi ngambek kepada Akane karena melihat Akane jalan sama Hira secara tidak sengaja. Benar-benar cinta masa muda banget. Beberapa kalian mungkin pernah mengalaminya juga, dan saat melihat scene ini mungkin akan tertawa dan malu (seperti aku). Ah~ masa muda (aku merasa tua).


Selain kisah tentang percintaan antara Azumi dan Akane, anime ini juga menyisipkan tentang perjuangan dari masing-masing mereka untuk mencapai impian namun tetap mempertahankan keutuhan hubungan mereka. Azumi dengan impiannya untuk menjadi seorang penulis, dan Akane yang tetap ingin menjadi pelari saat SMA. Lika-liku hubungan mereka juga pada akhirnya diuji oleh jarak antara keduanya. Manis sekali dan terkadang haru dan nyesek.


Suka sekali dengan ciri khas gambar dari anime cinta satu ini, ada semacam garis terang cahaya gitu di tepi setiap karakter, itu keren karena unik. Karena dibuat oleh para orang handal pembuat anime, anime ini memiliki gerakan yang lembut, khususnya di scene saat Azumi menari. Jadi secara grafis anime ini memuaskan dan orisinil.

Untuk soundtrack juga cakep banget, enak didengarin lagu-lagunya. Apa lagi kalau kalian susah tidur, enak nih dengerin soundtrack yang ada di anime ini, yang opening dan endingnya diborong sama mba Nao Toyama. Ada juga lagu sisipan yang keren banget, lagu lawas Mirai e yang bercerita tentang ibu dari kedua karakter utama, menyentuh sekali.

Kesan pertamaku saat menyaksikan anime ini adalah aku jadi teringat dengan 5 cm per second, karena suara dari Akane agak mirip sama suaranya Akari. Melihat kisah mereka dari usia yang begitu muda juga jadi benar-benar membuat nostalgia. Aku kira endingnya akan sama, tapi untung saja tidak. Jadi kalau kalian takut dengan ending anime ini, sekarang aku bisa katakan kalau kalian bisa menyaksikannya dengan hati yang tenang. Mungkin kalian akan tetap menangis pada endingnya, tapi menangis dengan alasan yang berbeda ketimbang 5 cm per second. Cobain deh.

Sekian dulu anime review kali ini, sampai jumpa lagi di anime review berikutnya yaa. Cheerio!

4 komentar:

  1. pengen nonton anime2 romance tapi yah karena pengalaman pribadi (kena tikungan tajam)jadi sering males nonton anime2 romance begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudahlah, mas, dijadikan pelajaran saja. :D
      bersyukur aja dah ditunjukkan kalau itu orang yang salah.

      Hapus
  2. anime yg bikin baper setelah clannad sama golden time hehehe

    BalasHapus