Anime Review: Koe no Katachi (A Silent Voice)


Anime review! Dan kali ini aku membahas anime movie yang baru-baru ini aku saksikan. Film yang bagus dan sudah lama aku nantikan, bahkan saat sebelum aku memasuki masa skripsi. Judulnya Koe no Katachi, atau kalau dalam versi Inggrisnya berjudul A Silent Voice. Anime yang bagus sekali dan sangat sayang kalau kalian lewatkan!

Ceritanya tentang Shoya Ishida yang hidupnya berubah drastis setelah membully seorang anak perempuan tunarungu bernama Shoko Nishimiya semasa SD. Tingkat bully yang dilakukan oleh Shouya sudah sangat kelewatan, sampai keluarga Shoko harus menanggung banyak kerugian dan Shoko pun harus sampai pindah sekolah karena tak tahan lagi.

Sampai saat SMA, Shoya benar-benar menyesali apa yang sudah dilakukannya di masa lalu khususnya saat SD, sampai-sampai dia melakukan percobaan bunuh diri. Namun dia mengurungkan keinginannya tersebut karena pengaruh ibunya dan juga ketidakberaniannya. Dia memutuskan untuk kembali menemui Shoko dan mengembalikan buku Shoko yang pernah terbawa olehnya, dan membuatnya sampai harus mencari alasan lain untuk menemuinya.

Perlahan-lahan Shoya mulai mencoba menebus kesalahan yang dia lakukan. Shoya yang juga mulai dikucilkan teman-temannya semenjak SD karena kejadian pembulian terhadap Shoko, mulai kembali menemui teman-temannya tersebut dan memperbaiki keadaan. Mampukah Shoya kembali berbaikan dengan Shoko? Dan bagaimana Shoya mengubah dirinya yang menjadi fobia akan pertemanan kembali mendapatkan teman? Kalian harus menyaksikan sendiri anime movie yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini.

Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari anime movie kali ini. Awal menyaksikannya, aku pikir ini adalah anime romance, yang penuh kata-kata cinta gitu. Namun ternyata aku salah, ketimbang cinta-cintaan, anime ini lebih memfokuskan kepada pertemanan dan apa makna sebenarnya dari pertemanan itu sendiri. Juga ada diselipkan beberapa konflik internal keluarga dan lain sebagainya. Untuk aku pribadi cukup tertarik pada bagian hubungan Shoya dan ibunya, dimana mungkin Shoya berpikir kalau bunuh diri itu tidak ada hubungannya dengan ibunya, padahal itu sangat berhubungan. Terkadang kita melakukan sesuatu itu bukan hanya tentang apa yang kita rasakan, tapi juga bagaimana orang lain rasakan.

Secara grafik anime ini sudah cukup, meskipun kalau untuk standar movie, masih kurang menurutku. Karena biasanya kalau anime movie itu kan grafiknya lebih mendekati 3D gitu. Aku rasa, anime ini ingin mempertahankan ciri khasnya.Menurutku hal itu bisa dimaafkan sih dengan melihat durasi filmnya, jadi cukup worthed lah.

Untuk soundtrack, tidak begitu ngena sih untuk aku pribadi, tidak ada yang istimewa. Namun untuk dubber-nya Shoko, mba Saori Hayami, aku akuin deh, berhasil banget memerankan gadis tunarungu. Dia juga mengisi suara Kagura di anime Fairy Tail. Ini unik banget, jadi untuk bagian ini aku beri 4 jempolku deh.

Dan untuk cerita, aku akuin ini segar dan aku tidak menduga ceritanya akan seperti ini. Unik dan gak biasa mengangkat seorang gadis dengan kebutuhan khusus. Ceritanya juga sweet banget! Dan mengharukan. Mataku sampai berkali-kali mengalami fase berkaca-kaca saat menyaksikan anime ini, jadi saat menyaksikan ini aku sarankan kalian membawa tisu. Bagian yang paling bikin hatiku porakporanda secara pribadi sih saat bagian Shoko sujud di kaki ibunya Shoya. (Ups, spoiler~ gomen neeeeeeeee)

Harus aku katakanlah, kalian rugi gak menyaksikan anime ini! Hanya itu yang bisa aku katakan. Karena saat menyaksikannya pun, aku rasanya stun banget di depan layar. Mantep lah pokoknya.

Sekian dulu untuk review kali ini, sampai jumpa lagi di review berikutnya. Bye bye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar