Anime Review: Sakura Quest


Halo, halo, semua, apa kabar?

Setelah cukup lama vakum, aku akan comeback dengan tulisan ini (kaya apa aja). Kali ini adalah sesi anime review. Musim ini aku cukup banyak mengikuti serial anime, tidak seperti sebelum sebelumnya. Musim baru saja berganti, dan aku mau menulis review dari anime yang keluar musim kemarin, salah satu yang menurutku menarik.

Judulnya adalah Sakura Quest. Saat pertamakalinya menyaksikan anime ini, mungkin kalian akan berpikir apa hubungannya dengan judulnya dengan animenya, karena judulnya ini baru keliatan saat sudah mendekati ending. Animenya habis dalam 25 episode dan diproduksi oleh P. A. Works.

Ceritanya tentang Yoshino Koharu, seorang wanita sarjana fresh graduate yang kebingungan mencari pekerjaan di Tokyo yang merupakan impiannya sebagai seorang gadis dari desa terpencil. Bahkan orangtuanya sudah berkali-kali memintanya untuk pulang kampung dan bekerja di kampung halamannya saja. Hingga pada suatu malam Yoshino mendapatkan telpon dari Momonga Promotion yang menawarinya pekerjaan di sebuah desa terpuruk, desa Manoyama, yang mencoba mengembalikan kejayaannya. Dengan tanpa tahu apa yang harus dilakukan karena dia juga sudah mulai kehabisan tabungan, Koharu akhirnya menerima pekerjaan yang pada akhirnya membawanya ke desa juga.

Di Manoyama, Yoshino bertemu dengan Shiori Shinomiya, Maki Midorikawa, Ririko Oribe dan Sanae Kozuki. Kemudian mereka berlima ditunjuk sebagai tim sukses untuk bisa mempromosikan Manoyama sehingga mengundang banyak turis untuk mengatasi masalah ekonomi di desa tersebut, dengan Yoshino menjadi 'ratu'-nya.

Ceritanya tentang apa saja cara yang mereka lakukan untuk bisa menjadikan Manoyama sebagai desa yang manarik dan unik untuk menarik turis menjadi fokus utama dalam anime ini. Anime ini juga mengenalkan beberapa kebudayaan khas yang ada di desa Manoyama. Ada juga menyentuh masalah pribadi dari 5 gadis itu. Dapatkah mereka berlima mengembalikan kejayaan desa Manoyama? Kalian harus saksikan sendiri animenya.

Secara grafik anime ini sudah terjamin, karena diproduksi oleh studio yang tidak sembarangan. Untuk ceritanya sih tidak terlalu menggebu, tapi santai aja dengan banyak sentuhan ketenangan pedesaan yang bikin adem. Untuk kalian yang ingin konsumsi anime ringan yang menyentuh hati, harus saksikan anime ini. Kadang juga diselipkan humor-humor dan pelajaran hidup yang dalam banget tentunya.

Aku sangat menyukai opening pertama anime ini berjudul Morning Glory, yang dinyanyikan oleh (K)Now_NAME, sama kedua endingnya juga mantep. Lagu opening pertama ini juga yang mambuat aku jatuh cinta dengan anime ini pertamakali.

Kesimpulannya, untuk kalian yang ingin mengkonsumsi anime yang tidak terlalu banyak mengkonsumsi pikiran alias ringan, bisa mencicipi anime ini. Ceritanya tidak begitu berat dan untuk aku pribadi cukup menghibur dan menginspirasi.

Sekian dulu untuk review kali ini, sampai jumpa lagi di review berikutnya. ;)

3 komentar:

  1. Anime konsumsi pikiran nih genrenya adventure/economic/drama : ookami to kyoshinryou (spice and wolf)

    BalasHapus
  2. salah satu anime yang saya iktui banget musim kemaren. cerita mantep. anime ini lumayan populer buat orang yang udah kerja, orang dari daerah pindah ke kota besar.

    BalasHapus
  3. iya, karena animenya menggambarkan banget fenomena dunia kerja

    BalasHapus