Anime Review: Ahiru no Sora


Mungkin sampai saat ini, banyak sekali anime bertemakan basket yang sudah ada di pasar anime. Beberapa di antara bahkan sudah besar sekali dan memiliki banyak fans—kita sebut saja Kuroko no Basket dan satu lagi yang paling legendaris itu anime Slam Dunk. Tapi anehnya, entah karena aku tidak pernah menyentuh sedikit pun dengan kedua anime tersebut atau bagaimana, aku sama sekali tidak memiliki Ketertarikan terhadap dua anime basket terkenal tersebut. Aneh. Ingat sekali dulu banyak dari teman-teman kuliah yang mengikuti cerita Kuroko no Basket, dan cuma aku yang tidak bergerak sedikit pun sekedar ikut menyaksikannya juga. Mungkin sudah menjadi kebiasaanku sih—saat semua orang menyukai anime yang sama—kemungkinan besar aku menjadi satu-satunya yang tidak suka. 

Semenjak musim lalu aku menemukan satu anime yang bertema sama, berjudul Ahiru no Sora—dari episode pertama menyaksikannya, aku sudah jatuh hati padanya. Sebuah anime yang diangkat dari manga karya Takeshi Hinata pada tahun 2003 sampai sekarang. Cukup mengejutkan saat mengetahui manga Kuroko no Basket terbit tahun 2008 dan malah lebih dulu dijadikan anime ketimbang Ahiru no Sora. Mungkin jika dilihat dari seberapa efek yang digunakan saat bertanding, menjadi penentu sih yang diangkat jadi anime duluan yang mana. 

Ahiru no Sora bercerita tentang Sora Kurumatani—seorang putra pebasket putri legendaris Yuka Kurumatani—yang telah berjanji kepada ibunya untuk membuktikan diri di turnamen pertamanya di SMA agar ibuku yang sedang sakit itu merasa lebih baik. Sora pun masuk ke SMA Kuzuryu yang memiliki klub basket yang bahkan tidak bermain basket lagi. Namun dengan usaha yang tekun, Sora akhirnya bisa meyakinkan anggota basket yang lainnya agar mau main basket lagi dan memasuki turnamen inter high—turnamen prestisius antar SMA di Jepang. 

Di SMA Kuzuryu, Sora bertemu dengan Momoharu dan Chiaki Hanazono, saudara kembar yang sama-sama jago basket tapi memiliki skil yang berbeda. Kemudian mereka juga merekrut Kenji Natsume—salah satu anggota yang paling jago dan terlihat seperti pemain basket sungguhan. Klub basket mereka juga terancam dibubarkan karena tidak aktif. Sampai pada akhirnya mereka mendapatkan pembimbing dan pelatih—barulah mereka benar-benar bisa mengikuti penyisihan di inter high. 

Aku sudah menyaksikan sedikit sih anime Kuroko—menurutku yang menjadikan aku lebih suka anime Ahiru no Sora karena rasanya lebih realistis dan gak terlalu lebay seperti Kuroko no Basket. Sora di sini digambar sebagai seorang pemain basket yang hanya sering bermain basket sendiri. Dengan tinggi badannya yang di bawah standar—kita jadi benar-benar mengikuti perkembangan Sora dalam dunia basket kompetitif. Tidak hanya Sora, anggota klub basket lain di SMA Kuzuryu pun memulai permainan mereka dari bawah. Serunya sih bagaimana melihat proses mereka berkembang dan tidak terlalu over-power. 

Secara grafis anime Ahiru no Sora memiliki ciri yang khas—khususnya di bagian mata—nampak lebih seperti mata orang Jepang yang sebenarnya. Hanya Sora yang memiliki mata standar seperti karakter anime biasanya. Memang yang paling unik adalah karakter Momoharu dan Chiaki yang menurutku adalah karakter favorit penulisnya, karena penggambaran mereka rasanya berbeda dari karakter yang lain. Mungkin semacam gambaran penulis sendiri atau bagaimana. 

Karakter di sini juga begitu kuat—hingga mudah sih membedakan tiap karakter. Tidak semuanya nampak begitu sempurna dengan postur yang tidak masuk akal dan rambut yang warna warni. Suka sekali dengan kesederhanaan anime ini namun tetap menyajikan sebuah keseruan. Karena kesederhanaan itu membuat anime ini rasanya begitu nyata, rasanya seperti sebuah kisah nyata yang diceritakan kembali—seperti berada di dalam cerita. Anime ini menjadi salah satu anime yang aku nantikan setiap minggunya.

Selain cerita tentang basket, beberapa sisipan cerita seperti kisah cinta monyet anak SMA juga menjadikan anime ini menarik dan membuatku jadi mengenang masa SMA sih, bagaimana kadang sebagai cowo bisa jadi merasa GR saat ada cewe yang memuji dikit. Anime ini juga kadang jadi kocak banget, pokoknya gak ngebosenin deh.

Tidak bisa yang aku komentari tentang soundtracknya. Suka sih—hanya saja tidak sesuka itu juga. Andai saja mereka mengambil lagunya Unison Square Garden mungkin akan berbeda. Hehe 

Jadi untuk kamu yang suka dengan anime sport tapi tidak terlalu berlebihan dengan karakternya, kalian bisa deh pilih anime ini. Seru loh, meskipun sampai saat ini aku belum ada menyaksikan mereka memenangkan pertandingan sih. Mungkin beberapa episode ke depan akan ada kemenangan. Masih was-was juga untuk mengetahui kapan anime ini akan dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan season berikutnya, mengingat manganya juga masih ongoing hingga kini. 

Sekian dulu ya, semoga bisa menginspirasi. Sampai jumpa di anime review berikutnya. Kalau kalian sudah menyaksikan juga, bisa deh coret-coret di kolom komentar di bawah. Atau mungkin kalian yang sudah menyaksikan anime Kuroko no Basket dan menyaksikan anime ini, bagaimana pendapat kalian. 

Cheerio! 

Komentar

  1. anime ini alurnya pas tandingnya ngeselin banget lambat banget lah

    BalasHapus

Posting Komentar

Hype Abis

Anime Review: Golden Time

Anime Review: Orange

Movie Review: 5 Centimeters Per Second