Anime Review: Nodame Cantabile

Saatnya anime review!! Setelah sekian lama, mari kita membahas anime! Anime yang akan aku tulis kali ini sebenarnya sudah cukup lama aku menyaksikannya, jadi mungkin aku sudah lupa beberapa bagian dari ceritanya, tapi secara keseluruhan aku masih ingat.

Anime ini diadopsi dari manga karya Tomoko Ninomiya yang semuanya berjumlah 24 volume. Selain diadaptasi menjadi anime, karya komik mba Ninomiya ini juga dibuat versi live action-nya, tapi beberapa saat lalu aku sudah menyaksikan versi live action-nya dan kecewa berat, meskipun suka sama yang memerankan Nodame versi manusia, karena mirip. Juga ada versi drama Korea-nya, pokoknya anime ini nge-hits banget pada masanya.


Bercerita tentang dua pasangan pemusik; Shinichi Chiaki dan Megumi Noda atau yang akrab dipanggil dengan Nodame. Sesuai judulnya, Nodame Cantabile, atau kalau diartikan itu 'nyanyian Nodame', ceritanya berawal ketika Chiaki yang saat itu frustasi dengan sekolahnya kemudian tidak sengaja mendengarkan permainan Nodame yang kacau (tidak sesuai partitur) namun memiliki keistimewaan karena nada yang dimainkan Nodame seolah bernyanyi. Mereka semakin akrab ketika Chiaki menyadari kalau sebenarnya Nodame tinggal tepat di sebelah apartemennya dan Chiaki baru menyadari ternyata yang selama ini tinggal di sebelah apartemennya adalah seorang wanita jorok yang jarang membersihkan kamarnya. Hari-hari Chiaki pun berubah semenjak itu.


Chiaki adalah seorang perfeksionis musik yang begitu teliti dan tekun dalam mempelajari musik, anak dari seorang pianis terkenal Masayuki Chiaki. Ayahnya telah banyak membawanya keliling dunia untuk melihat banyak musik, itu menjadi alasannya mengapa dia begitu mencintai musik. Dia mengalami banyak pengalaman buruk semasa kecil, membuatnya trauma untuk naik pesawat dan naik kapal sehingga dia tidak punya pilihan selain terus mempelajari musik klasik di Jepang yang menurutnya kurang potensial sehingga dia berpikir untuk menyerah saja dengan musik. Dia memiliki ketertarikan lebih menjadi konduktor, tapi di akademi musik dia memperdalam kemampuan pianonya karena menurutnya tidak ada guru yang lebih baik dalam mengajarinya menjadi seorang konduktor selain Sebastiano Vieira (guru pertama Chiaki sekaligus orang yang pertama kali membuatnya tertarik untuk menjadi seorang konduktor). Namun pertemuannya dengan Nodame benar-benar memberikan efek yang besar untuk kehidupan Chiaki, melihat permainan Nodame yang kacau mendorongnya untuk kembali semangat mengatur nada layaknya seorang konduktor. Dia pun sangat menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Nodame.


Nodame adalah seorang wanita yang aneeeh banget namun sangat berbakat dalam memainkan piano. Permainannya awalnya kacau dan benar-benar sesuka hatinya tanpa memperdulikan partitur yang ada, membuatnya banyak dikritik oleh guru-guru yang sudah mengajarinya. Namun dalam kebebasan bermainnya tersebut Nodame menyimpan sebuah bakat besar yang belum terasah. Membuat banyak orang tertarik untuk mengembangkan bakatnya itu, salah satunya adalah Chiaki. Nodame suka sekali dengan anime Purigorota, membuatnya mengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan anime favortinya tersebut. Anime tersebut banyak mengandung pelajaran hidup yang juga pernah menyelamatkan Chiaki dari keputus-asaan. Sebelum bertemu dengan Chiaki, impian Nodame sangatlah sederhana, dia hanya ingin pulang ke kampung halamannya dan menjadi seorang guru Taman Kanak-kanak, tujuannya bermain musik hanyalah untuk kesenangannya sendiri, itu yang membuatnya bermain begitu bebas dan tidak ingin terikat dengan partitur.


Anime ini terbagi menjadi 3 season. Hah~ kalau aku tuliskan semuanya di sini, itu akan memakan waktu yang lamaaa, jadi aku akan merangkumnya saja untuk kalian.

Season pertama mengisahkan tentang awal pertemuan Chiaki dengan Nodame yang tinggal di apartemen yang bersebelahan, serta kehidupan mereka berdua meniti karir di akademi musik di Jepang. Chiaki yang ingin menyerah dengan musik akhirnya kembali semangat setelah bertemu Nodame dan kembali menjadi seorang konduktor setelah kedatangan maestro mesum, Franz von Stressman ke Jepang yang kemudian menjadi guru pribadinya. Di awal season ini juga bisa melihat bagaimana akhirnya cinta bisa terjalin antara Nodame dan Chiaki. Rasa pertama yang dimiliki Chiaki terhadap Nodame adalah rasa iba, melihat kehidupan Nodame yang begitu berantakan, namun secara tidak langsung dia senang dengan segala tingkah laku Nodame yang konyol, membuatnya terhibur dan terinspirasi.


Chiaki mengawali karirnya sebagai seorang konduktor dengan menjadi pemimpin orkestra gabungan di akademinya. Sedangkan Nodame yang tidak ingin kalah dengan Chiaki juga mulai serius mempelajari piano bahkan dengan harus mendapatkan guru yang tidak disukainya.

Mereka berdua bertemu dengan banyak teman-teman baru, khususnya saat membentuk orkestra di akademi. Salah satunya adalah Ryutaro Mine, seorang violis dengan gaya rock 'n roll, dan juga Masumi Okuyama, seorang timpanis yang... em, agak melambai gitu.


Akhir season ditutup dengan Nodame yang kehilangan semangatnya untuk bermain dan kembali ke kampung halamannya dengan keputusan tidak menyentuh piano lagi. Chiaki yang sudah kehilangan pobia naik pesawatnya berkat hipnotisnya Nodame, berencana untuk pergi ke Paris untuk memperdalam ilmunya. Nodame menolak untuk ikut pergi ke Paris saat Chiaki mengajaknya. Tapi dengan usaha, akhirnya Chiaki yang berkunjung ke kampung halaman Nodame, berhasil membujuknya untuk ikut juga memperdalam ilmu musiknya di Paris.

Nah, season dua tentu saja menceritakan bagaimana kehidupan mereka di Paris. Saat di Paris mereka bertemu dengan teman-teman mereka di Jepang yang juga melanjutkan studinya di Paris, salah satunya adalah seorang pemain oboe, Yasunori Kuroki. Selain itu mereka juga bertemu teman-teman baru di kontrakan tantenya Chiaki di Paris, salah satunya adalah seorang pianis wanita asal Rusia bernama, Tatiana Vishneva.

Di season 2 ini, hubungan asmara Chiaki dan Nodame mengalami banyak cobaan. Chiaki yang menjadi begitu terkenal karena berhasil memimpin orkestra di akademi, mendapatkan banyak sekali penggemar. Membuat Nodame jadi merasa tersingkir dan putus asa. Tapi mereka bisa bertahan melaluinya.

Nodame memulai karirnya di Paris dan Chiaki juga semakin berkembang. Nodame menjalai recital (konser tunggal) pertamanya di season ini, membuatnya jadi banyak dikenal oleh para petinggi di Paris sehingga mendapatkan banyak undangan untuk mengadakan konser tunggal lagi di acara-acara. Chiaki pun dipercayakan untuk memegang suatu orkestra yang sudah hampir bubar di Paris, orkestra yang dulu sempat tenar karena dipimpin oleh maestro Stressman. Menjadi tantangan tersendiri bagi Chiaki untuk membangun kembali orkestra tersebut dari nol.

Chiaki sempat begitu kecewa dengan Nodame dan memutuskan untuk memutuskannya. Tapi ternyata tidak semudah itu, Nodame malah menghajar Chiaki dan akhirnya Chiaki mengubah keputusannya untuk memutuskan Nodame. Ini adalah scene paling lucu di anime ini. HAHA Aku lupa ini episode berapa di season 2, tapi aku berhasil dapatkan videonya di YouTube. Ini dia, liat deh. XD


Sampai di season terakhir, season 3! Kisah penutup dari seri ini. Di season akhir ini menceritakan puncak keemasan dari karir Chiaki dan Nodame. Chiaki sukses dengan orkestra yang dipimpinnya dan Nodame sukses dengan konser debut pertamanya dengan maestro Stressman.

Padatnya jadwal yang mereka miliki, membuat Chiaki dan Nodame jarang bertemu. Dalam season 3 ini Chiaki dan Nodame benar-benar sibuk untuk meniti karirnya. Hal ini membuat hubungan mereka berdua menjadi agak renggang, dan berkali-kali Nodame merasakan patah hati karena melihat Chiaki sering dekat dengan wanita lain, khususnya Rui, seorang pianis profesional asal Cina.

Nodame yang dengan hati yang kacau, kehilangan dirinya dan memilih untuk pergi bersama Stressman dan meninggalkan kuliahnya. Namun hal tersebut tidak sia-sia, karena setelah konser bersama bersama Stressman di London, membuat Nodame terkenal di seluruh dunia. Setelah konser itu, Nodame jadi benar-benar hilang semangat dan malah memilih untuk keliling dunia. Selama perjalanan sesatnya, dia menyadari kalau dia butuh dengan Chiaki dan Chiaki pun mengkhawatirkan Nodame yang tiba-tiba saja menghilang setelah konser dengan Stressman.


Setelah perjalanan yang panjang dan beberapakali berselisih, akhirnya Nodame kembali ke kontrakannya yang lama dan Chiaki pun datang untuk melihatnya. Setelah semua perjalanan karir mereka, Chiaki kembali mengajak Nodame untuk bermain piano bersama, Sonata Mozart dengan kunci D untuk dua piano, lagu yang pertamakali mereka mainkan bersama semasa di akademi dan kemudian lagu ini juga yang menjadi penutup anime ini. Setelah bermain, Chiaki melihat kalau Nodame sekarang benar-benar sudah berkembang dan bukan Nodame yang dulu dia kenal, dia pun merasa sangat puas dengan itu.


Chiaki dan Nodame yang berpisah lama akhirnya bersatu kembali. Sampai akhir pun apa yang mereka impikan, yaitu bermain bersama tidak dilihatkan, tapi ending yang begini juga cukup bagus (meskipun masih berharap bakal dilanjutin). Tapi mereka sudah cukup sukses juga sih kalau mau dilanjutkan lagi ceritanya. Di akhir, Nodame akhirnya menerima banyak permintaan konser, sekarang dia sama terkenalnya sama dengan Chiaki, benar-benar berhasil menyamainya.


Itu dia! Secara keseluruhan, anime ini menarik banget. Penuh dengan musik-musik klasik, benar-benar menambah wawasan, khususnya sejarah-sejarah dibalik musik klasik itu sendiri yang banyak dibahas disela-sela konser.

Menyaksikan anime ini benar-benar membuat kita berpikir kalau ternyata musik klasik itu lebih rumit dari kedengarannya, banyak hal-hal kecil yang ternyata harus diperhatikan, dan juga partitur begitu penting dalam hal itu untuk menghormati sang komposer yang telah membuatnya.

Suka sekali dengan semua musik yang digunakan untuk menjadi soundtrack anime ini. Semua musiknya benar-benar unik. Maksudku musik di sini adalah lagu ending dan opening-nya, tapi musik klasik yang dimainkan juga keren-keren sih.

Salah satu yang aku suka banget soundtrack-nya adalah lagu opening season pertama, lagunya bersemangat gitu. Suka sekali dengan suara piano diawal lagunya. Juga suka dengan ending season 2-nya, permainan biolanya keren banget, juga lirik lagunya dalam bahasa Francis, unik. Coba deh denger.




Ini untuk pertama kalinya aku menyaksikan anime bertemakan musik seperti ini. Tapi anime dengan tema seni seperti ini memang keren, jadi kembali ingat dengan anime lawas Honey and Clover.

Anime ini menarik, unik, dan banyak menambah wawasan. Tapi mungkin agak sulit untuk membedakan karakter-karakternya yang kebanyakan hampir mirip, tidak banyak menggunakan ciri khas khusus, jadi kalau mau menghapal semua karakternya harus benar-benar memperhatikan setiap detailnya.

Ok, sekian dulu untuk anime review kali ini. Pokoknya anime ini sangat disarakankan bagi kalian yang ingin menonton sambil belajar sejarah. HE HE

Semoga bermanfaat, sampai berjumpa di anime review berikutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar