Anime Review: Yesterday wo Utatte (Sing "Yesterday" for Me)


Mungkin sudah saatnya aku menulis ini. Setelah menahan diri—aku putuskan untuk menulis aja deh, walaupun mungkin banyak orang yang tidak suka dengan serial satu ini. Aku awalnya yang suka sekali juga makin ke sini makin ragu dengan ending-nya. Sebuah ke-bucin-an buta terdeteksi.

Baik, anime yang akan kita review kali ini adalah sebuah anime yang pertama kali tayang 4 April 2020 lalu berjudul Yesterday wo Utatte atau kalau dalam bahasa Inggris judulnya Sing "Yesterday" for Me (Nyanyikan "Yesterday" untukku). Aku masih belum tahu sih, kata "Yesterday" di sini mengarah ke mana, entah ke masa lampau karakter, atau lagu The Beatles yang terkenal itu? Entah lah, kalau kalian tahu silakan tulis di komentar ya.

Diangkat dari sebuah karya manga lawas yang terbit pertama kali pada 15 Desember 1997—aku sumringah sendiri sih mengetahui ini, karena tanggal terbitnya sama dengan tanggal kelahiranku. Dibuat oleh seorang mangaka veteran, Kei Toume. Serial manga-nya baru selesai tahun 2015 lalu. Bayangkan ya—18 tahun manga-nya dibuat dan itu hanya 11 volume sampai akhirnya tamat. Bisa dibilang ini mungkin sebuah karya master piece sih dari bapak Kei Toume kali ya? Karena hanya manga-nya yang ini yang diangkat jadi anime. Kalau aku jadi dia pasti bahagia banget sekarang, di usia beliau yang sudah 50 saat ini, bisa melihat karyanya dalam bentuk anime.

Sinopsis singkatnya—bercerita tentang Rikuo Uozumi dan lingkaran percintaannya bersama Haru Nonaka dan Shinako Morinome. Rikuo Uozumi adalah seorang pria pecundang yang memilih untuk bekerja di supermarket dan malas untuk mengejar impiannya. Tapi kemudian setelah mendapatkan tamparan kehidupan, baru akhirnya dia bangkit dan memutuskan untuk mengejar mimpinya. Haru Nonaka adalah seorang wanita periang polos yang buta karena cinta kepada orang yang secara tidak sengaja ia temui di penyebrangan jalan—sungguh alasan jatuh cinta yang aneh, tapi siapa yang tahu dengan rahasia di balik itu semua? Shinako Morinome adalah seorang seorang guru SMA muda yang terjebak di masa lalunya dengan seorang pria yang sudah lama pergi dari dunia alias meninggoy.

Haru yang mengharukan

Selain mereka bertiga, ada juga karakter minor lain seperti mantan-mantan Rikuo, terus ada Kouichi Minato—orang yang naksir dengan Haru, dan ada You Hayakawa—adik kembar dari mantannya Shinako yang sudah meninggoy yang naksir juga dengan dia—berkeinginan menggantikan tempat kakaknya di hati Shinako (tidak semudah itu, Joko!).

Anime ini masih berlanjut hingga saat ini. Aku pikir anime ini akan sampai tamat sih, mengingat manga-nya juga sudah tamat semenjak tahun 2015 lalu, jadi mungkin animenya akan sampai episode 22/24 gitu, sampai musim depan. Sekarang sudah episode 11, jadi sudah di pertengahan cerita dan sudah cukup seru sih, serta puas karena akhirnya sebuah kemunafikan akan terbongkar. Aku senang karena anime ini tidak ikut libur seperti anime-anime besar lain, jadi teman ketika bekerja dari rumah (WFH). Aku harap serialnya akan lancar dan benar-benar akan selesai musim depan, karena kalau tidak aku pasti akan mati penasaran.


Melihat tampilan grafis anime ini, aku jadi ingat dengan salah satu anime favoritku sepanjang masa, True Tears. Aku pikir mereka satu studio, nyatanya tidak. Mungkin memang kebetulan style-nya aja yang sama. Dari sisi karakter—mengapa aku katakan mirip True Tears—karena si Haru ini mirip dengan Noe. Kalau Noe suka ayam sedangkan Haru ini suka gagak. Mungkin alasan itu juga mengapa aku masih mengikuti anime ini sampai sekarang, meski beberapa teman mengatakan kalau benci banget dengan anime satu ini.

Aku suka dengan lagu ending dari anime ini. Yah, animenya memang tidak ada opening-nya sih dan menurutku itu keputusan yang bagus. Tapi hanya sampai ending ke-2, sejauh ini. AKu tidak terlalu suka lagu ending ke-3. Untuk lagu ending pertama dibawakan oleh yourness, kalau kalian ingin mendengarkannya bisa langsung cuss cek di Spotify. Sedangkan untuk ending kedua itu dibawakan sama mba Sayuri, link dengan di Spotify.


Jadi untuk kalian yang suka dengan kisah percintaan segi banyak, anime ini untuk kalian. Oh iya, anime ini seinen ya, jadi hitungannya bukan untuk remaja dan anak-anak sih. Dengan cerita yang lebih diperuntukkan untuk orang dewasa—memang kehidupan orang dewasa begini sih, merepotkan dan rumit, padahal bisa disederhanakan dengan hanya memilih dan bicara. Aku yang juga sudah merasa pada level dewasa (tua) mendapati diri menikmati menyaksikan anime ini. Walaupun gak banyak adegan dewasa yang berarti di anime ini, tapi aku rasa gaya ceritanya yang selling ke orang dewasa. Aku berharap di masa depan akan lebih banyak anime semacam ini yang untuk orang-orang tua sepertiku nikmati.

Aku sudah baca manga anime ini sampai akhir dan aku bisa jamin kalau anime ini punya ending yang worthed serta memuaskan sekali, untuk aku pribadi sih. Jadi gak sabar melihat anime ini sampai tamat! What a masterpiece!!


Sekian untuk review kali ini, bagaimana kalau pendapatkan kalian? Apakah anime ini layak untuk disaksikan sampai tamat? Atau gimana? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya.

Mohon maaf kalau agak sarkastik, terima kasih sudah berkenan membaca sampai kepada bagian ini. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya yang aku usahakan untuk konsisten setiap hari Rabu dan Ahad.

Cheerio!

Komentar

  1. dari awal saya suka anime ini karena latar ceritanya menarik
    tapi di endingnya ah sudahlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku suka sih endingnya, ketimbang dia sama wanita plin plan itu. 👦🏻

      Hapus

Posting Komentar

Hype Abis

Anime Review: Golden Time

Anime Review: Orange

Movie Review: 5 Centimeters Per Second