Anime Review: Ao Haru Ride (Blue Spring Ride)


Aku menulis ini sambil menikmati sejuknya hembusan angin di tengah panasnya musim panas di bulan Juni. Sebelum menulis ini aku sempat berfikir untuk membuat sebuah jadwal upload yang konsisten sehingga mudah untuk diikuti. Aku memilih antara antara Ahad dan Rabu. Hari Ahad karena aku lumayan luang dan hari Rabu karena aku suka hari Rabu dari semua hari. Jadi aku akan memulai dari hari ini, semoga aja aku bisa dan tidak lupa.

Mari kita kembali lagi ke anime review! Anime ini mungkin aku—bisa dikatakan terlambat. Aku merasa cukup menyesal karena dulu aku melihat anime ini dengan begitu sinis dan skeptis, tidak tahunya ceritanya adalah genre yang biasa aku suka dan aku ikuti setiap musimnya. Entah mengapa dulu sempat emosi saat menyaksikan anime ini untuk pertama kali, mungkin karena memanggil kenangan buruk dari alam bawah sadarku atau bagaimana—aku juga tidak tahu.

Judul animenya Ao Haru Ride. Mungkin kalian juga sudah lama selesai menyaksikannya. Sedangkan aku, baru beberapa hari lalu sampai menyelesaikan OVA-nya juga. Sebuah karya dari ibu Io Sakisaka yang terbit pertama pada 13 January 2011. Ao Haru Ride ini adalah karya manga-nya yang ke-4 dan sekedar info karya manganya yang terbaru, Love Me Love Me Not, filmnya live actionnya akan ditayangkan pada tahun 2020 ini. Untuk animenya, Ao Haru Ride ini pertama kali tayang 7 Juli 2014 yang diproduksi oleh studio Production I.G, studi, studio yang sama dengan yang membuat anime seperti Kimi ni Todoke dan Bunny Drop. Mendapatkan rating 7,7/10 dari MyAnimeList dan 7,4/10 dari IMDb—yah, tidak buruk juga sih, walau masih kalah sedikit dengan ratingnya Kimi no Todoke.

Sinopsis singkatnya—bercerita tentang Futaba Yoshioka dan Kou Mabuchi (Tanaka), yang pernah saling suka semasa SMP. Namun karena beberapa masalah, keduanya harus berpisah ketika Kou pindah sekolah. Setelah terpisah, mereka bertemu kembali saat SMA namun dengan karakter yang sama-sama sudah berubah. Futaba yang sebelumnya feminim dan manis jadi pecicilan, sedangkan Kou menjadi lebih dingin dan frontal. Aku rasa cukup segitu aja ya sinopsis singkatnya? nanti aku dibilang spoiler. 🤣 Walaupun aku yakin yang baca ini semuanya sudah menyaksikan animenya.

Nah, di SMA ini nanti mereka bertemu dengan Yuri Makita—seorang wanita imut-imut yang liciknya gak ketulungan; Shuko Murao—seorang wanita dingin yang ternyata suka sama om-om; dan Aya Kominato—seorang pria riang yang nantinya jadi teman dekat Kou yang suka dengan wanita dominan. Di sekolah juga mereka akan bertemu dengan Youichi Tanaka—kakak laki-laki (kembaran) Kou yang bekerja sebagai guru. Kemudian dari 6 karakter ini lah cerita bertabrakan satu sama lainnya, seputar masalah percintaan dan persahabatan, tipikal masalah anak-anak di masa peralihan (puber).


Alasan yang membuat aku dulu tidak menyukai anime ini mungkin karena aku merasa jijik dengan bagaimana mereka menyelasaikan masalah. Semua karakter begitu baik, sehingga tidak ada impact yang benar-benar membuat hati ini jadi meledak gitu, entah secara emosi, kagum atau sebagainya. Yah—mungkin karena genrenya percintaan manis gini kali ya? Tapi aku rasa akan lebih seru kalau si Yuri benar-benar adalah wanita jahat yang sukanya menjilat dan menusuk dari belakang.  Tapi tidak di anime ini, seolah ingin membuktikan teori kalau "tidak ada orang jahat di dunia ini, yang ada hanyalah orang yang salah paham". Pandanganku dulu seperti itu sih, namun sekarang mungkin aku sudah menjadi lebih lembut dan imajinatif sehingga aku pun melihat kebaikan semua manusia ini sebagai sesuatu yang indah, terlalu indah melebihi realita.

Untuk tingkat kesedihan, anime ini juga ada sedihnya. Jadi untuk kalian sobat ambyar, jadikan anime ini menjadi salah satu wishlist untuk disaksikan. Mengingat semua karakter yang baik juga, banyak sekali momen mengharukan dalam anime ini, saat bagaimana melihat orang-orang baik ini bertemu dan berinteraksi satu sama lain. Sampai lupa membahas tentang kisah percintaannya, aku bisa katakan bagus juga sih, tapi semuanya tidak ada yang selesai dan itu semua karena akhir sebenarnya anime ini ada di manga, aku rasa. Entahlah, aku juga belum ada baca manganya sih, tapi asumsiku sih begitu, soalnya rasanya ceritanya masih banyak yang gantung. Bahkan setelah menyaksikan OVA-nya pun aku masih belum puas. Mungkin kalian pernah membaca manganya? Kalau pernah coba deh berbagi sama aku di kolom komentar tentang ending-nya.

Membahas anime ini dari segi grafis, gaya gambarnya tipikal cewe banget sih. Melihat animenya, aku jadi bisa membayangkan bagaimana gambarannya di manga. Karena studionya sama, jadi sama lah kaya Kimi no Todoke. Masalah musik, tidak terlalu berkesan sih. Openingnya bagus sih, yang dibawakan oleh Chico with HoneyWorks, sedangkan untuk ending benar-benar B aja.

Jadi untuk kamu yang suka dengan anime romance yang santai dan tidak ingin tersakiti dengan karakter yang mungkin menjadi jahat atau menjadi munafik, maka anime ini adalah anime yang SANGAT TEPAT untuk kamu! AKU BISA JAMIN ITU! Pendapatku pribadi sih, aku menikmati anime ini pada akhirnya. Episode-episode akhir membuatku begitu penasaran karena masalahnya tidak hanya masalah percintaan lagi tapi merembet ke sesuatu yang lebih sensitif lagi.

Sekian dulu deh review anime-nya. Bagaimana kalau pendapat kalian tentang anime? Apakah recommended atau tidak? Tuliskan di kolom komentar pendapat kalian, aku juga ingin mendengarnya. Terima kasih sudah sudi mampir ke blog ini, sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya.

Cheerio!

Komentar

Hype Abis

Anime Review: Golden Time

Anime Review: Orange

Movie Review: 5 Centimeters Per Second